Athena - Sebuah RUU untuk membentuk TV dan jaringan stasiun radio publik baru di Yunani diajukan ke parlemen pada Kamis, tiga pekan setelah penutupan kontroversial lembaga penyiaran negara ERT.

Diposting di situs parlemen, RUU itu menyatakan bahwa Nerit (New Hellenic Radio Internet and Television) akan menjadi korporasi independen, yang secara keseluruhan dimiliki dan diawasi oleh negara.

Menurut RUU yang diusulkan, menteri keuangan, menteri kebudayaan dan seorang menteri yang ditunjuk secara khusus untuk menangani urusan radio dan televisi publik akan mewakili negara di sidang umum Nerit.

Jumlah modal awal Nerit S.A. sebesar lima juta euro (sekitar Rp64 miliar), menurut RUU tersebut.

Pada 11 Juni, pemerintahan Perdana Menteri Antoni Samaras memutuskan untuk menutup lima saluran TV penyiaran publik dan 24 stasiun radio, menyebabkan sekitar 2.700 staf terlantar.

Sejak saat itu, mantan karyawan menjalankan siaran ilegal dari markas ERT di Athena dengan dukungan European Broadcasting Union (EBU), meskipun dilakukan pemadaman digital pada frekuensi ERT oleh pemerintah.

Yunani berada di bawah tekanan dari kreditor Uni Eropa-IMF untuk memecat 4.000 pekerja sipil pada akhir tahun ini, sebagai bagian dari kesepakatan dana talangan. Red dari AFP/Antara

Pnom Penh - Kementerian Informasi Kamboja mengizinkan stasiun lokal untuk memulai kembali siaran program produksi media asing, Sabtu sore (29/6/13).

Laporan Voice Of America yang dikutip Whatindonews.com pada Senin (1/7/13) menyebutkan Kamboja dengan cepat telah membatalkan perintah larangan bagi stasiun-stasiun radio lokal untuk menyiarkan program-program berita asing menjelang pemilihan umum bulan Juli, menyusul protes dari badan-badan penyiaran, masyarakat umum dan Amerika Serikat.

Kementerian Informasi Kamboja akhir pekan lalu melarang stasiun-stasiun radio lokal menyiarkan program-program dari media berita asing selama 31 hari sebelum pemilu 28 Juli 2013, di mana Perdana Menteri Hun Sen akan berusaha melanjutkan kekuasaannya.

Instruksi itu juga memerintahkan stasiun-stasiun radio untuk tidak menyiarkan laporan-laporan mengenai orang-orang asing yang berperan dalam kampanye. Pembatasan itu akan mempengaruhi badan-badan penyiaran asing, termasuk diantaranya Voice of America dan Radio Free Asia.

Namun, Kementerian Informasi Kamboja mengeluarkan pernyataan Sabtu sore (29/6) yang mengatakan akan mengizinkan stasiun lokal untuk memulai kembali siaran program produksi media asing seperti biasa. Red

ATHENA — Pemerintah Yunani, Selasa (11/6/2013), memutuskan untuk menutup televisi dan radio pemerintah ERT demi penghematan anggaran. Keputusan mengejutkan ini akan memengaruhi sedikitnya 2.700 pekerja. Ribuan orang bergegas menuju kantor pusat lembaga penyiaran publik itu di wilayah utara Athena setelah mendengar pengumuman pemerintah itu untuk menunjukkan dukungan.

"ERT adalah salah satu contoh kurangnya transparansi dan pemborosan besar-besaran. Ini akan berakhir sekarang," kata juru bicara pemerintah, Simos Kedikoglou, dalam sebuah jumpa pers. Pernyataan pemerintah ini muncul setelah beberapa bulan terakhir ini karyawan ERT melakukan pemogokan untuk melawan rencana restrukturisasi lembaga penyiaran itu seperti diminta para pemberi utang untuk Yunani.

Kedikoglou mengatakan, ERT akan kembali beroperasi dengan format baru dan jumlah karyawan yang jauh lebih sedikit. "Ini sangat mengagetkan," kata wartawan ERT, Pantelis Gonos.

"Kami sudah menghubungi kuasa hukum dan organisasi media internasional," lanjut Gonos. ERT sempat tetap melakukan siarannya bersamaan dengan semakin bertambahnya pendukung yang berkumpul di luar kantor pusatnya. Namun, tak lama setelah waktu menunjukkan pukul 20.00 GMT atau 05.00 WIB seluruh siaran terputus. Menurut kantor berita Athens News Agency, penghentian siaran sudah dimulai sejak pukul 19.00.

"Polisi naik ke puncak bukit mengamankan orang-orang kami yang mengurus pemancar," kata Nikor Roukounakis, teknisi yang sudah 30 tahun bekerja untuk ERT. "Ini sebuah kudeta," ujar Alexis Tsipras, pemimpin partai oposisi Syriza.

Setelah transmisi siaran diputus, kementerian keuangan menerbitkan pernyataan yang berisi bahwa lembaga penyiaran itu telah dibubarkan. "ERT adalah milik rakyat Yunani. ERT adalah satu-satunya pembawa suara publilk yang independen dan ERT harus tetap seperti itu. Kami mengecam pemerintah atas putusan ini," demikian pernyataan serikat pekerja unit pelayanan publik GSEE.

Pemerintah mengatakan, semua karyawan ERT akan mendapatkan kompensasi dan dipersilakan melamar kembali saat organisasi ini beroperasi lagi dalam format baru. KOMPAS.com

Yunani – Pengadilan Yunani membatalkan keputusan Perdana Menteri Antonis Samaras pekan lalu yang menutup televisi dan radio pemerintah ERT.

Pengadilan tertinggi tata usaha negara, Dewan Negara, memerintahkan ERT kembali mengudara setelah siaran mereka dihentikan sejak Rabu (12/6/2013). Meski demikian, pengadilan mendukung rencana PM Samaras merombak ERT menjadi institusi penyiaran yang lebih kecil.

BBC, Selasa (18/6/2013) melaporkan, keputusan pengadilan itu keluar setelah PM Samaras dan mitra koalisinya mengadakan pembicaraan untuk menyelesaikan krisis yang ditimbulkan oleh penutupan lembaga penyiaran milik pemerintah itu. Mitra koalisi merasa tidak diajak bicara terkait dengan tindakan pemerintah menutup stasiun penyiaran yang telah beroperasi sejak 70 tahun silam itu. Penutupan stasiun televisi dan radio pemerintah itu memicu unjuk rasa besar-besaran di Yunani yang tengah terpuruk oleh krisis ekonomi dunia itu.

Partai konservatif Demokrasi Baru yang memimpin koalisi pendukung pemerintahan Selasa (11/6/2013) mengatakan ERT bangkrut karena salah urus yang kronis, pengelolaan yang kurang transparan, dan boros. Dihentikannya operasional ERT itu berdampak pada pemutusan hubungan kerja hampir 2.700 pegawai. Sejak Rabu pekan lalu itu, siaran radio dan televisi ERT juga tidak dapat dinikmati para pendengar dan pemirsanya. 

Meski demikian, beberapa awak ERT nekad melanjutkan siaran mereka melalui jaringan internet. Begitu keputusan pengadilan tersebut keluar, di layar monitor terpampang pengumuman, ”Dalam beberapa jam ERT akan mengudara dimana saja.”

Langkah PM Samaras menutup ERT itu digugat serikat pekerja perusahaan penyiaran milik pemerintah itu.

Keputusan pengadilan tersebut memenangkan kedua belah pihak. Pembatalan kebijakan penutupan membuat para awak ERT bisa bernafas lega. Di sisi lain, pemerintah tidak kehilangan muka karena pengadilan mendukung upaya mereformasi ERT menjadi organisasi yang lebih kecil agar efektif dan efisien.

Dalam pembicaraan dengan mittra koalisinya menyangkut penyelesaian dampak penutupan ERT, PM Samaras mengusulkan pembantukan lembaga siaran yang lebih ramping dan berbiaya murah dalam beberapa pekan. Dia juga mengusulkan untuk sementara mengontrak tim kecil guna memproduksi program pemberitaan. Namun, usulan tersebut ditolak mentah-mentah oleh dua mitra koalisi pemerintah, yakni Evangelos Venizelos dari Partai Pasok dan Fotis Kouvelis dari Partai Kiri Democratik.

"Keputusan pengadilan itu esensinya sejalan dengan apa yang telah kami katakan: tidak seorang pun berhak menutup radio dan televisi nasional,” ujar Kouvelis setelah pertemuan darurat dengan Samaras itu.

Venizelos mengatakan mereka akan bertemu lagi Rabu (19/6/2013) guna membicarakan perombakan kabinet.

Kisruh penutupan ERT melebar ke kancah politik berupa ancaman penggulingan pemerintah dan pelaksanaan pemilu sela. Jika terjadi, hal itu akan memicu terjadinya gonjang-ganjing politik yang bakal berdampak pada zona euro secara keseluruhan.

Sementara itu, para karyawan ERT menyambut gembira keputusan pengadilan tersebut.

"Saya telah tujuh hari di sini dan ini kali pertama saya melihat orang-orang tersenyum,” kata Eleni Hrona, reporter ERT di luar kantor pusat perusahaan penyiaran pemerintah itu di Athena. Red dari berbagai sumber

Moskow - Veteran CNN Larry King akan menjadi tuan rumah bagi acara baru di stasiun TV Russia Today yang didanai Kremlin bulan depan. Hal itu dikatakan oleh Russia Today pada Rabu (29/5) waktu setempat.

Stasiun berbahasa Inggris itu akan dipancarkan ke 630 juta pemirsa di seluruh dunia, dan ditambahkan bahwa acara 'Politics with Larry Kingg' itu akan diluncurkan pada Juni 2013.

Acara ini akan diproduksi oleh Ora TV, badan penyiaran online yang didirikan oleh Raja dan taipan telekomunikasi Mexico Carlos Slim tahun lalu, dan direkam di RT Amerika Washington, DC, dan di studio Ora TV Los Angeles.

RT mengatakan, pihaknya juga menandatangani kesepakatan untuk menayangkan talk show secara online 'Larry King Now', yang telah diselenggarakan oleh penyiar web Hulu.com dan Ora.tv sejak Juli lalu. Cabang di Amerika serikat (AS) sendiri akan menjadi penyiar eksklusif untuk kedua program.

"Apakah seorang presiden atau seorang aktivis atau bintang rock akan duduk di hadapannya, Larry King tidak pernah menghindar dari meminta pertanyaan-pertanyaan sulit, yang membuat dia hebat cocok untuk jaringan kami," kata pemimpin redaksi Margarita Simonyan.

RT dan Ora TV menolak untuk mengomentari gaji King yang telah disepakati. Rusia Today - dianggap sebagai latihan Kremlin dalam peningkatan citra oleh para kritikus - menerima 11 miliar rubel (349 juta dolar AS) dari negara itu tahun ini.

Kesepakatan ini ditandatangani pendiri Wikileaks Assange tahun lalu menjadi tuan rumah talk show sendiri. King yang kini berusia 79 tahun ini mengakhiri 25 tahun tugasnya sebagai tuan rumah 'Larry King Live' di CNN pada 2010.

Dia telah mewawancarai Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa kali selama pemerintahan 13 tahunnya. RT juga menjadi berita utama pada tahun 2011 ketika bandara AS menolak untuk memasang salah satu iklan kontroversial.

Billboard itu membandingkan Presiden AS Barack Obama dan Pemimpin Iran Mahmoud Ahmadinejad dengan tagline bertanya, "Who poses the greater nuclear threat?" - menimbulkan ancaman nuklir yang lebih besar muncul di bandara di seluruh Eropa. Red dari antara dan berbagai sumber

Hak Cipta © 2024 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.