- Detail
- Ditulis oleh IRA
- Dilihat: 484

Media, Pesantren, dan Penyiaran
Penulis: Ubaidillah
Deskripsi : 17 cm x 23 cm, IV + 241 Halaman
Publikasi : Cetakan I, Desember 2025
Buku Media, Penyiaran, dan Pesantren karya Ubaidillah tidak dimaksudkan untuk menempatkan perkembangan teknologi, berikut dengan media dan penyiaran, sebagai sesuatu yang berhadapan. Buku ini menjadi koreksi antar dua entitas itu untuk saling melengkapi. Bahwa di tengah viralitas, otoritas menjadi salah satu rumah penting. Keduanya pada akhirnya harus berdialog agar tidak melakukan distorsi satu sama yang lain.
Dialog yang berakar dari kesadaran sekaligus kearifan, bahwa media dapat menjadi sarana dakwah dan penyebaran ilmu, sekaligus arena yang dapat mengaburkan kedalaman tradisi jika tidak ditata secara benar. Yang hendak ditegaskan melalui buku ini adalah pentingnya menempatkan media pada proporsi yang tepat—memanfaatkannya tanpa terjerat logika viralitas yang kerap memangkas makna. Sedikit banyak ruang-ruang pembahasan mengenai relasi keduanya, yang lahir dari rahim seminar, majelis, atau hal lainnya. Dan barangkali, buku ini dapat memperkaya pemahaman kita mengenai bagaimana pesantren melihat media, bagaimana media melihat pesantren, dan bagaimana keduanya dapat saling menguatkan tanpa kehilangan jati diri.
Buku ini menyajikan pembacaan konseptual, refleksi historis, serta contoh-contoh praktik penyiaran di lingkungan pesantren yang dapat menjadi rujukan bagi santri, peneliti, praktisi media, akademisi, dan siapa saja yang ingin memahami relasi antara tradisi dan modernitas. Meskipun dalam banyak hal, yang belakangan ini terjadi, keduanya berhadapan tegang, bahkan saling mendistorsi.




