Jakarta -- Gelaran Piala Asia 2023 bergulir pada 12 Januari hingga 10 Februari 2024 di Qatar. Turnamen terbesar antarnegara Asia ini mencapai distribusi siaran terluas sejak berlangsung pada 1956.

Piala Asia 2023 siap menjangkau penonton seluas-luasnya dalam sejarah turnamen. Sebanyak 60 lembaga penyiaran akan menampilkan aksi menarik di lebih dari 160 wilayah dan negara seluruh dunia.

Catatan itu mengukuhkan Piala Asia 2023 sebagai edisi paling banyak diliput dan dapat diakses.

Sekretaris Jenderal Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Datuk Seri Windsor John, mengatakan bahwa kebijakan itu sejalan dengan visi dan misi konfederasi untuk memastikan sepak bola tetap menjadi olahraga nomor satu di Asia.

"AFC telah menggarisbawahi visi dan misinya untuk memastikan sepak bola tetap menjadi olahraga nomor satu di benua ini dan untuk menyelenggarakan turnamen kelas dunia bagi para pemain dan tim."

"Dalam segala hal, siaran turnamen paling bergengsi kami di sebanyak mungkin pasar dan wilayah semakin memperkuat ambisi kami untuk mewujudkannya dan menggarisbawahi semakin berkembangnya Piala Asia."

"Kami berterima kasih atas kepercayaan dan keyakinan yang diberikan oleh mitra penyiaran serta media kami di sepak bola Asia."

"Kami berharap dapat bekerja sama dengan mereka semua untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para penggemar yang setia dan pemangku kepentingan yang kami hargai," tutur Datuk Seri Windsor John di laman AFC.

Penggemar sepak bola dapat mengunjungi the-AFC.com untuk informasi lebih detail mengenai susunan penyiar di negara dan wilayah masing-masing. Selain itu, informasinya juga tersedia di aplikasi seluler AFC LIVE.

Piala Asia 2023 menampilkan 24 tim terbaik Asia dan digelar di sembilan venue kelas dunia.

Penambahan kuota peserta menjadi 24 tim terjadi sejak edisi 2019 di Uni Emirat Arab. Sebelumnya, Piala Asia hanya mempertandingkan 16 peserta di empat edisi beruntun. Red dari berbagai sumber

 

Hak Cipta © 2024 Komisi Penyiaran Indonesia. Semua Hak Dilindungi.