
Jakarta -- Kedaulatan dan ketahanan negeri ini di masa mendatang sangat bergantung dari kualitas generasi mudanya. Agar kedaulatan dan pertahanan bangsa ini terus terjaga, pemuda harus dibekali kemampuan (literasi dan edukasi) yang baik.
Pandangan ini mengemuka dalam kegiatan Ngobrol Penuh Inspirasi (Ngopi) yang digelar Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat di Kantor KPI Pusat, Senin (3/11/2015). Kegiatan “Ngopi” bertajuk “Pemuda Melek Penyiaran: Cerdas Mengkonsumsi, Bijak Berkontribusi, untuk Kedaulatan dan Kedamaian Negara” dimaksudkan supaya pemuda di Indonesia memiliki wawasan yang luas dan pikiran terbuka khususnya terkait dunia penyiaran nasional.
“Kegiatan ini (Ngopi), agar pemuda kita melek informasi. Kita ingin membekali pemuda kita dengan persfektif yang baru yakni tentang bagaimana membangun penyiaran dan pertahanan negara,” kata PIC kegiatan Ngopi sekaligus Komisioner KPI Pusat, Mimah Susanti, di awal kegiatan.
Menurut Mimah, pembekalan literasi media bagi pemuda sangat penting terlebih di era disrupsi media seperti sekarang ini. Pasalnya, tantangan yang dihadapi generasi muda dalam menjaga kedaulatan dan pertahanan bangsa jauh lebih sulit.

“Lingkungannya sekarang sudah beda. Tidak hanya soal media konvesional, tapi lebih luas lagi yakni media sosial. Jadi, harus bagaimana pemuda sekarang dan seperti apa kontribusinya untuk membangun kedaulatan dan pertahanan negara,” tutur Komisioner bidang Kelembagaan KPI Pusat ini.
Hal senada turut disampaikan Ketua KPI Pusat, Ubaidillah. Dalam sambutan membuka acara ini, Ubaidillah mendorong pemuda untuk memahami situasi media sekarang ini. Karenanya, penguatan literasi media di kalangan pemuda diperlukan.
Selain itu, Ketua KPI Pusat berharap agar pemuda memanfaatkan ruang-ruang organisasi dan ruang digital untuk mengembangkan kemampuan dalam melakukan perubahan. Ubaid pun memahami jika setiap generasi memiliki perbedaan cara melakukan kritisi.
“Pesan saya, gerakan hari ini harus dikuatkan. Generasi muda harus ikut bagaimana memahami pola ruang digital untuk bereskpresi namun tetap sesuai dengan kode etik dan falsafah negara,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI, Andina Thresia Narang, menegaskan peran literasi media sangat dibutuhkan dan menjadi kunci utama dalam menjaga bangsa. Pasalnya, perkembangan media saat ini begitu massif dan ini mesti disikapi para pemuda secara bijak.
“Soalnya pemuda sekarang tidak hanya membutuhkan atau mengonsumsi informasi (konten), mereka juga memproduksinya. Menjadi generasi muda harus melek penyiaran (media), sehingga dapat memilah dan memilih mana yang benar dan yang tidak beritanya,” katanya dalam sambutan kunci di acara “Ngopi” yang disampaikan secara daring.
Dalam kesempatan ini, Andina berharap para pemuda dapat menggunakan media secara bijak. Dengan begitu, mereka akan mampu menyaring setiap informasi yang diterima. “Jadi mereka tidak hanya tahu menggunakannya saja, tapi juga mampu memanfaatkanny secara benar. Pemuda merupanan benteng utama penjaga informasi dan kedaulatan negara,” tandas Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Nasdem ini.
Acara “Ngopi” juga diisi dengan kegiatan diskusi yang menghadirkan sejumlah nara sumber dari kalangan akademisi, organisasi kepemudaan dan influencer. ***/Foto: Agung R


