
Yogyakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh mengadakan kunjungan kerja ke KPID Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (2/5/2026). Kunjungan ini dalam rangka diskusi dan penguatan kelembagaan.
Dalam kunjungan ini, KPID Aceh diwakili Kosmisioner, Muhammad Reza Fahlevi (ketua), Samsul Bahri dan M Ahyar. Menerima kunjungan ini Ketua KPID DIY, Hazwan Iskandar Jaya.
"Kami ke Yogyakarta untuk saling bertukar pikiran, menambah wawasan. Ada kesamaan dengan daerah ini, terutama tentang keistimewaan," ujar Reza Fahlevi ke Ketua KPID DIY.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat ini,, turut hadir para jurnalis, penulis, konten kreator, seperti R Toto Sugiharto - Aliansi Jurnalis Video, Meidiana Pancawati mantan penyiar TVRI Jogja, Saviera Zulykha Ajeng konten kreator.
Dalam sambutannya, Ketua KPID DIY Hazwan mengungkapkan, terkait penyiaran, dibanding daerah lain, daerahnya patut bangga karena memiliki Perda No 13 Tahun 2016 tentang Penyiaran.
"Selaras dengan Undang-undang Keistimewaan, Perda ini memuat nilai-nilai keistimewaan DIY, itu yang utama," kata Hazwan.
Sementara Reza Fahlevi menjelaskan kalau di Aceh, aturan atau Perda disebut Qanun. "Didalam Qanun itu juga mencakup tentang penyelenggaraan penyiaran," ucapnya.
Ha itu diatur dalam Qanun Aceh No 2 Tahun 2024. Mengatur pedoman penyiaran khusus di Aceh. Termasuk ketaatan terhadap syariat Islam. Juga peran KPI Aceh dalam pengawasan. "Qanun ini bertujuan mengatur agar beretika, edukatif sesuai budaya lokal," kata Reza.
Menambahkan penjelasan Reza, Ahyar menerangkan, bila Qanun ini mengatur penyelenggaraan penyiaran di Aceh atau berhubungan dengan Aceh. Selama ini penyiaran cuma dipahami radio dan televisi. Di Aceh sudah mengatur penyiaran internet atau digital.
Sekarang dan ke depan penggunaan digital ini harus ditangani serius. Regulasi jangan sampai ketinggalan dengan kemajuan teknologi.
Adanya diskusi bagi Saviera Ajeng sangat bermanfaat. Alumni Duta Bahasa DIY 2023 ini juga berprofesi sebagai presenter DSN TV, penyiar radio Pro 4 RRI Jogja, dan kreator konten. Ia aktif melestarikan bahasa Jawa melalui media sosial. "Diskusi ini menambah wawasan saya selaku konten kreator," ujarnya.
Diskusi diakhiri dengan penyerahan buku berjudul The Power of Community Broadcasting oleh Hazwan kepada Reza. Dalam kesempatan ini, Hazwan didampingi T Wahyudi SP dan Noviati Roficoh dari KPID DIY. Red dari berbagai sumber

