- Details
- Hits: 22813
Jakarta – Semangat yang tidak boleh hilang dalam jiwa kita adalah semangat membangun dan cinta terhadap bangsa. Semangat ini pula yang saat ini sedang digaungkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat dalam mengelola penyiaran tanah air agar mutu dan kualitas siaran nasional sesuai dengan harapan dalam UU Penyiaran No.32 tahun 2002.
Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis mengatakan, membangun cinta tanah air harus dimulai dari semua aspek temasuk penyiaran. Adanya rasa cinta tanah air secara otomatis membuat semua tindakan diupayakan paling baik. Dampak ini tentunya akan menciptakan suatu tata kelola yang baik terhadap kualitas konten. “Ini juga akan menciptakan industri yang kuat dalam penyiaran Indonesia,” katanya disela-sela pertemuan dan silaturahmi dengan CEO dan Pimpinan MNC Media Grup di kantor MNC Media Grup, Kebun Sirih, Selasa, 13 September 2016.
Meskipun demikian, lanjut Yuliandre, membentuk rasa cinta tanah air harus dibangun sama-sama. KPI tidak bisa melakukan hal itu sendiri tapi juga harus didukung oleh lembaga penyiaran yang memiliki peran besar membentuk rasa cinta dan juga nasionalisme melalui isi siaran. “Besar harapan saya isi siaran kita berkontribusi mengembangkan dan menjaga rasa cinta tanah air dan rasa nasionalisme,” pungkasnya yang disaksikan CEO MNC Media Hary Tanoesoedibjo.
Terkait hal itu, Ketua KPI Pusat periode 2016-2019 mendorong MNC Media menjadi role model dari semangat membangun rasa cinta tanah air dan nasionalisme melalui isi siaran. “Ide –ide kreatif mengenai tema kebangsaan dan nasionalisme akan banyak bermunculan. Hal ini akan mewujudkan isi siaran yang bermutu, berkualitas dan edukatif,” katanya.
Sementara itu, CEO MNC Grup Hary Tanoesoedibyo mengatakan industri lokal harus didorong tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri tapi juga bisa menjadi pemain global.
Dia berharap KPI bisa mendorong industri media dalam negeri. “Kita ingin menumbuhkan industri media yang solid, bagaimana pelaku-pelaku lokal bisa menjadi global,” katanya.
Menurut HT, dengan bertumbuhnya industri dalam negeri hal ini berdampak langsung terhadap ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat bangsa dan negara.
Pada saat menyampaikan sambutan di depan Komisioner KPI Pusat periode 2016-2019 yang hadir, HT bercerita sepak terjang dirinya menekuni dunia media sejak 17 tahun silam.
Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Wakil Ketua KPI Pusat Sujarwanto Rahmat Arifin, Komisioner KPI Pusat Hardly Stefano, Nuning Rodiyah, Agung Suprio, Ubaidillah, dan Mayong Suryo Laksono. ***
Jakarta – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Yuliandre Darwis mengajak kalangan mahasiswa memiliki pandangan sama terhadap cita-cita bangsa yakni maju dan sejahtera. Pandangan selaras tersebut dapat diwujudkan melalui tanggungjawab mereka mengembangkan penyelenggaraan penyiaran Indonesia lebih baik, berkualitas dan edukatif. 
Dia juga menjelaskan tujuan penyiaran yang dirangkum dalam UU Penyiaran yakni memperkukuh integrasi nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertakwa, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dalam rangka membangun masyarakat mandiri, demokratis, adil dan sejahtera serta menumbuhkan industri penyiaran 
Jakarta – Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) baik di Pusat maupun Daerah harus memiliki pemikiran dan visi yang kuat dalam membangun karakter bangsa. Visi dan pemikiran itu dinilai akan mendorong perbaikan sekaligus peningkatan kualitas penyiaran di tanah air. Hal itu disampaikan Ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis ketika menerima kunjungan Anggota Komisi A DPRD Provinsi Bali di kantor KPI Pusat dengan agenda mendapatkan masukan terkait rekrutmen Anggota KPID Bali periode 2016-2019, Jumat, 2 September 2016.
Andre, panggilan akrab Ketua KPI Pusat, sangat yakin para pemilik media televisi merupakan orang-orang negarawan yang memiliki pemikiran besar terhadap pembangunan karakter bangsa ini. “Kita akan melakukannya pelan-pelan dan tidak itu saja karena ada banyak opsi lain seperti sosialisasi langsung kepada orang-orang yang terlibat secara langsung produksi konten di stasiun TV,” katanya yang diamini Komisioner KPI Pusat bidang Isi Siaran Dewi Setyarini yang turut mendampingi menerima kunjungan Anggota DPRD Bali.
Pandangan serupa juga disampaikan Komisioner KPI Pusat Dewi Setyarini. Menurut Dewi, Komisioner KPID yang dipilih DPRD merupakan orang-orang yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan penyiaran lokal. Ini akan berkaitan dengan tujuan yang terdapat dalam UU No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran yakni mewujudkan keragaman kepemilikan atau diversty of ownership dan juga keragaman isi siaran atau diversty of conten di daerahnya.
Jakarta – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis meminta mahasiswa terlibat dalam meningkatkan kualitas serta pengawasan isi siaran. Permintaan ini dinilainya sejalan dengan tanggungjawab mahasiswa sebagai generasi penerus yang akan mengisi dinamika bangsa ini di waktu mendatang. Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan Mahasiswa Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat (Sumbar) di kantor KPI Pusat, pekan lalu. 

