KPI Pusat mencoba mengumpulkan berbagai masukan dari semua pihak guna mendapatkan panduan yang pas bagi program Literasi Media pada 2011 ini. Salah satu upaya yang dilakukan KPI Pusat adalah mengadakan workshop literasi media pada hari ini, Senin, 28 Februari 2011. Acara ini dipandu tiga anggota KPI Pusat bidang Kelembagaan, Judhariksawan, Idy Muzayyad, dan Azimah Soebagyo.

Adapun wakil-wakil dari Pemerintahan, KPID, Akademisi, dan LSM yang hadir antara lain, Atie Rahmiatie (KPID Jabar), Dyva Claretta (KPID Jatim), Muhammad Daud (KPID Jatim), Maulana Arif (KPID Jatim), B Guntarto (Staf Ahli KPI Pusat), Agus Pranoto (Kemendiknas), Bambang Semedi (Unbraw), Qudrat Nugraha (PB PGRI), Warsa Tarsono (Sahabat Cahaya Jakarta), Wenny Pahlemy (The Habibie Centre), Fahriati Rahmi (Indonesian Heritage Foundation), Razaini Taher (Praktisi Media), dan Amelia Virginia (Yayasan Pengembangan Media Anak Jakarta).

Kemudian, workshop dibagi dalam tiga kelompok diskusi yakni kelompok A (Orang Tua dan Guru), kelompok B (Anak dan Remaja) dan kelompok C (Mahasiswa dan Dewasa). Dalam diskusi masing-masing kelompok, muncul sejumlah masukan dan pendapat dari para peserta seperti ide adanya seorang duta literasi media bagi KPI yang berasal dari publik figure. Selain itu, ide soal pembuatan logo atau maskot KPI.

Satu hal yang penting digarisbawahi dari diskusi tersebut adalah bagaimana literasi media yang dilakukan nantinya bisa memberikan kesadaran bagi seluruh lapisan masyarakat untuk memilih siaran televisi yang bermutu. Kemudian, masyarakat sudah mulai kritis untuk mengadukan setiap pelanggaran yang dilakukan televisi atau media penyiaran. “Efektifitas dari pesan yang disampaikan dalam sosialisasi itu yang paling penting,” kata salah satu peserta.

Anggota KPI Pusat, Judhariksawan, mengusulkan agar program ini juga menyentuh kalangan agama. Upaya ini dinilai penting karena mereka termasuk faktor yang bisa menyukseskan keberhasilan program ini di masyarakat. Bahkan, Judha juga mengusulkan agar program literasi media menjadi semacam gerakan nasional literasi media.

Sementara itu, Azimah Soebagyo menyampaikan rasa terimakasihnya kepada para peserta yang datang dalam acara workshop. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat tergantung dari dukungan masyarakat. “Rencananya, pilot project pertama program ini akan diselenggarakan di Surabaya,” katanya. Red/RG