Venezuela: Penutupan Kanal TV anti-Chavez Menuai Protes
Polisi dan pendukung Presiden Hugo Chavez bentrok dengan pelajar dan mahasiswa di seluruh Venezuela, pada saat demonstrasi mahasiswa memprotes penutupan kanal TV kabel dari oposisi oleh pemerintah. Satu orang pemuda dikabarkan tewas dan 16 lainnya terluka.
Polisi dan pendukung Presiden Hugo Chavez bentrok dengan pelajar dan mahasiswa di seluruh Venezuela, pada saat demonstrasi mahasiswa memprotes penutupan kanal TV kabel dari oposisi oleh pemerintah. Satu orang pemuda dikabarkan tewas dan 16 lainnya terluka.
Bentrok terbesar terjadi di Caracas, Venezuela, polisi melemparkan gas air mata dan menembakkan peluru plastik untuk membubarkan para demonstran. Sedikitnya 6 demonstran dan seorang jurnalis terluka akibat aksi tersebut.
Seperti yang dilansir oleh Associated Press (AP), di kota Merida, seorang pelajar yang bernama Jossimir Carillo Torres tewas pada saat pendukung Chavez dan anti Chavez bentrok.
Demontrasi timbul setelah pemerintah memerintahkan untuk menutup Radio Caracas Television Internacional (RCTV) pada hari senin.RCTV menolak peraturan yang mengharuskan kanal tv lokal untuk menyiarkan program yang diberikan oleh pemerintah termasuk pidato Chavez.
"Kebebasan berekspresi adalah hak kita semua, dan harus dipertahankan," ujar Alejandro Perdomo, demonstran berusia 19 tahun, yang menuduh Chavez telah mencoba membungkam kritik terhadapnya.
Dari pihak pemerintah mengatakan bahwa RCTV telah melanggar aturan bersama yang mengharuskan 24 kanal tv satelit dan kabel lokal untuk menyiarkan pidato Chavez ketika Chavez merasa pidatonya perlu untuk disiarkan.
RCTV memang sudah lama sering mengkritik keras Presiden Chavez. Lima kanal lainnya juga telah ditutup dengan pelanggaran yang sama, tetapi RCTV adalah kanal dengan jangkauan paling luas.
Menurut pimpinan pendeta Katolik Roma di Venezuela, Monsignor Roberto Luckert, penutupan RCTV adalah suatu bentuk pengekangan terhadap kebebasan berekspresi. "Semakin banyak media yang ditutup oleh pemerintah, maka demokrasi akan semakin dikurangi," ujar Luckert.Red/AN sumber: www.yahoo.com