TVRI stasiun daerah DKI Jakarta menyatakan tidak berniat melakukan kesengajaan atau dengan maksud tertentu saat menayangkan program acara “Bale-Bale” yang menampilkan salah satu dari pasangan calon walikota Tangerang Selatan (Tangsel), pada 31 Januari 2011 lalu. Mereka juga tidak ada niat untuk menyinggung pihak lain terkait penayangan program acara tersebut

Saat memberikan klarifikasi langsung di kantor KPI Pusat, terkait adanya pengaduan dan keberatan dari masyarakat, pihak TVRI stasiun Jakarta menyatakan jika program acara bertema “Sejarah dan Kekinian kota Tangerang” merupakan tayangan re-run (diputar ulang). Episode tersebut pertama kali tayang pada awal November 2010.

Pemilihan episode tersebut, menurut perwakilan dari TVRI stasiun Jakarta, Syahrial, didasarkan secara acak dan hanya melihat sampul depan (judul) dari program tersebut. Diakuinya, jika program acara “Bale-Bale” yang tayang setiap Senin sampai Jumat untuk awal tahun 2011, masih mengandalkan episode-episode tahun sebelumnya karena terkendala anggaran.

Syahrial menyatakan sudah ketemu dengan Panwaslu Tangsel membahas persoalan tayangan “Bale-Bale” edisi tersebut. Pengakuan mereka kepada Panwaslu sama dengan yang diungkapkan ke KPI Pusat yakni tidak sengaja. “Kami akan lebih berhati-hati dan menjadi pelajaran ke depannya terkait hal ini,” katanya.

Ketua KPI Pusat, Dadang Rahmat Hidayat mengungkapkan, program tersebut dinilai telah melanggar aturan dalam Pemilukada jika isi programnya menyampaikan visi dan misi dari calon. Selain itu, dalam suasana pekan tenang sebelum pemilihan, setiap calon dilarang melakukan kampanye. “Kami sudah melakukan pertemuan dengan Panwaslu Tangsel terkait persoalan ini,” jelasnya.

Sementara itu, anggota KPI Pusat bidang Kelembagaan, Idy Muzayyad menyarankan, supaya tidak menimbulkan masalah seharusnya pihak TVRI Jakarta memberikan porsi yang sama bagi calon pasangan yang lain. Ini menyangkut persoalan netralitas dalam isi siaran. “Sebagai televisi publik mestinya TVRI menjaga netralitas tersebut,” tegasnya.

Dalam pertemuan itu, turut hadir wakil ketua KPI Pusat, Nina Mutmainnah dan Ezki Suyanto. Usai pertemuan dengan TVRI stasiun daerah Jakarta, KPI Pusat langsung melakukan pertemuan dengan Trans 7 terkait persoalan yang sama yakni dalam program acara “Opera Van Java”. Pertemuan tersebut juga dihadiri perwakilan KPI Daerah Banten. Red/RG