TVRI Siaran Digital di Kepri
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meresmikan
pemancar siaran digital milik Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI yang
tersebar di tiga lokasi: Jakarta, Surabaya, dan Batam. Ketiga pemancar
digital tersebut diresmikan SBY dari auditorium TVRI di Senayan,
Jakarta, Selasa (21/12), di hadapan Dirut LPP TVRI Imas Sunarya, Menteri
Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring, dan sejumlah
menteri Kabinet Indonesia Bersatu II.
Dalam
peresmian ini, SBY juga melakukan video conference dengan Gubernur Kepri
HM Sani dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Sani melakukan video
conference dari Hotel Planet Holiday, Sei Jodoh, Kota Batam. Ia antara
lain didampingi Kepala Stasiun LPP TVRI Riau Mukhtar Lukvi.
Dalam
telewicara itu, SBY meminta Sani untuk terus memacu pembangunan Kepri
sehingga tidak tertinggal jauh dari Singapura dan Malaysia. Selain itu,
Presiden juga meminta Sani untuk menjaga Kepri yang berbatasan dengan
empat negara. SBY menilai tepat dipilihnya Batam sebagai salah satu
lokasi pemancar televisi digital TVRI. Sebab dengan kualitas gambar
serta siaran TVRI yang lebih baik karena sudah menggunakan pemancar
digital, warga Provinsi Kepri diharapkan lebih mengenal dan mencintai
Indonesia ketimbang Singapura dan Malaysia yang siaran televisinya bisa
dengan mudah diterima di daerah ini.
Presiden mengatakan
penggunaan pemancar digital merupakan langkah maju dalam dunia
pertelevisian Indonesia. Menurut Presiden, pemerintah memang telah lama
mengupayakan siaran televisi digital. Diharapkan siaran televisi digital
ini akan mulai diimplementasikan secara penuh pada 2018. Oleh karena
itu ada beberapa tahap yang harus dilakukan menuju implementasi siaran
digital.
Tahap pertama adalah periode 2010-2014 berupa siaran
simulcast yaitu siaran berbarengan antara analog dan digital. Pada tahun
2014-2017, sejumlah siaran analog di beberapa wilayah akan dimatikan
sebagian. Setelah 2017, seluruh siaran analog nantinya akan dimatikan
dan digantikan dengan siaran digital.
Keuntungan siaran televisi
digital tak hanya pada kualitas gambar tapi juga pada kemampuannya yang
mobile. Artinya televisi tak hanya statis diakses dan disaksikan di
rumah, perkantoran, atau tempat umum lainnya yang dipasang secara
permanen, tetapi juga dapat diakses dalam posisi bergerak di perangkat
seluler ataupun perangkat televisi yang dipasang di mobil sekalipun
dengan kualitas gambar dan suara yang jernih.
Gubernur Kepri HM
Sani mengharapkan siaran televisi digital TVRI dapat meningkatkan rasa
nasionalisme warga perbatasan, terutama yang tinggal di Kepri. "Dengan
siaran televisi yang lebih baik, maka rasa cinta NKRI warga perbatasan
sebakin besar," katanya.
Gubernur mengatakan dengan kualitas
siaran yang lebih baik, maka warga perbatasan yang terbiasa menonton
siaran televisi negara tetangga akan tertarik berpindah tontonan ke
televisi nasional. "Sudah jadi fisiologis masyarakat ingin mendapatkan
yang bagus," kata Gubernur.
Ia mengatakan harapan kualitas siaran
yang bagus dibarengi dengan kualitas tayangan yang juga baik. Gubernur
berharap TVRI mau menggarap tayangan yang berisikan kearifan lokal,
seperti isi Gurindam 12, karangan pahlawan sastra asal Kepri, Raja Ali
Haji.
Kepri Beruntung
Kepala Stasiun LPP TVRI Riau Mukhtar
Lukvi menilai Kepri beruntung karena Batam dipilih TVRI sebagai salah
satu lokasi pemancar televisi digital. Dengan pemancar televisi digital,
kata Mukhtar, masyarakat Kepri bisa menikmati tayangan TVRI dengan
kualitas gambar dan suara yang jauh lebih baik dibandingkan dengan
daerah yang masih menggunakan pemancar televisi analog. Selain itu,
jangkauan siaran dengan menggunakan pemancar televisi digital lebih
tinggi dua kali lipat dibanding pemancar analog. Pemancar televisi
digital TVRI yang berada Sekupang memiliki kekuatan 2 KW.
"Kepri
patut berbangga karena menjadi lokasi salah satu dari tiga pemancar
siaran digital, selain di Jakarta dan Surabaya," ujar Mukhtar. "Dengan
menggunakan pemancar digital, banyak keuntungan yang didapat, kualitas
gambar dan suara lebih jernih, bahkan bisa mengcover daerah yang tidak
mendapatkan signal analog," ujar Mukhtar.
Dalam acara di Hotel
Planet Holiday kemarin, TVRI membagi-bagikan set top box secara gratis
kepada wartawan dan undangan yang hadir. Menurut Mukhtar, ada 500 set
top box yang akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat Kepri. Set
top box ini adalah alat untuk menangkap siaran televisi digital. "Kami
akan bagikan 500 unit set box ke masyarakat Kepri secara cuma-cuma agar
bisa menyaksikan siaran televisi digital," katanya.
Sementara itu
saat disinggung soal belum adanya studio TVRI di Kepri, Mukhtar
mengatakan hal tersebut tergantung pada pemerintah daerah. Sebelum ini,
sebut Muhktar, pihaknya sudah melakukan koordinasi dan membahas wacana
hadirnya studio TVRI di Kepri, namun realisasinya tergantung pada respon
pemerintah daerah.
"Untuk membangun stasiun baru di Kepri
membutuhkan dana, dan itu tergantung respon dari pemerintah. Pemancar
sudah ada, tinggal perlengkapan studio," ujarnya.
TVRI telah
menyiapkan program khusus untuk Kepri melalui TVRI Riau, dimana saluran
daerah akan diputar setiap harinya pukul 13.00-21.00 WIB. Dalam hal ini,
TVRI telah mengirimkan tim ke Tanjungpinang dan Penyengat untuk
melakukan peliputan kebudayaan dan pembangunan di Kepri, sehingga
masyarakat dapat menyaksikan dan menikmati siaran daerah Kepri. Red/RG dari berbagai sumber