TV One diingatkan kembali oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat soal keberimbangan dan netralitas dalam pemberitaannya. Hal ini disampaikan kepada TV One saat lembaga penyiaran tersebut datang memenuhi panggilan KPI Pusat 20 Januari 2011 pukul 14.00 WIB di kantor sekretariat KPI Pusat, Jakarta. Tim TV One diwakili oleh Ihsan Fadilla, GM Programming, Silvester Keda, Manager Program Berita, dan Deny Hafas, Manager Legal.


Ezki Suyanto, Koordinator Bidang Isi Siaran KPI Pusat, menyatakan bahwa KPI Pusat mendapat banyak pengaduan mengenai netralitas pemberitaan di dua stasiun TV berita. Ezki menyampaikan kekuatiran, jika kondisi pemberitaan tidak berimbang dan mengundang banyak kritik maka dikhawatirkan kebebasan pers yang sudah dinikmati selama ini dapat terampas.

"Kami mengusung kebebasan pers dan informasi. Kami meminta agar kode etik dan P3SPS digunakan. Jika ada intervensi tolong dibicarakan,” tambah Ezki.

Pembicaraan soal netralitas pemberitaan yang dilakukan dengan TV One tersebut adalah yang kedua kalinya. Beberapa bulan yang lalu KPI juga sudah pernah memanggil TV One terkait dengan netralitas isi siaran.

Nina Mutmainnah, Wakil Ketua KPI Pusat menyampaikan bahwa Bidang Isi Siaran KPI ke depan akan sangat serius menganalisis soal netralitas. "Kami berharap tidak bicara (memanggil) untuk ketiga kali. Tetapi kalau ini benar (terjadi ketidakberimbangan), apa boleh buat KPI tidak dapat melakukan pembiaran, “ tandas Nina.

Dadang Rahmat Hidayat, Ketua KPI Pusat, menyampaikan bahwa KPI tidak mencari kesalahan dari TV One, akan tetapi menyampaikan keprihatinan masyarakat yang banyak mengadukan soal keberimbangan dalam berita. Selain soal keberimbangan, Dadang juga mengingatkan TV One soal berita mengenai bencana, kekerasan, unjuk rasa, dan mistik. "Memang itu fakta, kita memahami semua itu, namun jangan sampai masyarakat menjadi terbiasa dengan kekerasan dan berkurang kepekaannya,”  ungkap Dadang.

Silvester mewakili TV One membantah adanya intervensi di pemberitaan TV One dalam diskusi yang berlangsung hangat ini.  "intervensi secara eksplisit tidak pernah ada. Ketika kita rapat kita dalam posisi tahu siapa pemilik TV One. Namun kita berusaha independen. Tapi kalau intervensi langsung ke saya tidak ada,” ujarnya.

Ihsan Fadilla di akhir pertemuan meminta KPI Pusat untuk terus mengembangkan situasi industri yang sehat. "Kita berharap industri TV semakin sehat. Semua ini (dugaan ketidakberimbangan), tidak terlepas dari kondisi lingkungan yang saling terkait satu sama lain,” kata Ihsan.   


Tidak Memenuhi Panggilan

Selain memanggil TV One, sebenarnya pada pukul 11.00 di hari yang sama KPI Pusat juga memanggil Metro TV. Sama seperti TV One, KPI bermaksud untuk menyampaikan banyaknya pengaduan dari masyarakat dan hasil analisis KPI sendiri mengenai netralitas isi siaran Metro TV. Namun Metro TV tidak hadir memenuhi panggilan KPI.

KPI Pusat akan membahas soal ketidakhadiran Metro TV dalam rapat pleno mendatang.Red/SH