TV Harus Pahami Apa yang Masyarakat Lokal Butuhkan
Pangkal Pinang - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengharapkan televisi eksisting yang bersiaran di daerah tidak hanya menayangkan program-program kuliner dan wisata demi memenuhi komposisi program acara lokal.
Menurut Anggota KPI Pusat bidang Isi Siaran, Ezki Suyanto, masyarakat daerah tidak melulu harus disuguhi program-program hiburan seperti kuliner dan wisata, melainkan mereka juga butuh informasi.
“Jangan program pusat seperti wisata dan kuliner yang sudah di putar, kembali diputar di daerah. Harus ada informasi yang disampaikan yang memang dibutuhkan masyarakat lokal,” kata Ezki disela-sela acara Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) 15 lembaga penyiaran di Hotel Santika, Pangkal Pinang, 17 November 2011.
Terkait ini, Anggota KPI Pusat bidang Perizinan, Mochamad Riyanto, meminta ketegasan positioning mengenai program lokal. “Kami ingin tahu seberapa besar persentase tayangan lokal yang akan ditayangkan. Kami ingin buat komitmen mengenai ini,” tegasnya.
Sementara, Judhariksawan, Anggota KPI Pusat bidang Kelembagaan, meminta keterlibatan sumber daya lokal dalam semua aspek penyiaran. Mulai dari produksi, sumber daya manusia, sampai penyiarannya harus dilakukan di daerah. Ini untuk memberi pemerataan dan kesejahteraan bagi daerah.
Idy Muzayyad, Anggota KPI Pusat bidang Kelembagaan, mewanti-wanti maraknya kehadiran televisi lokal demi tujuan atau kepentingan politik tertentu. Menurutnya, ini harus dihindari karena jika media terlalu dominan menyiarkan kampanye politik akan terjadi hukum pasar murni.
Perwakilan dari Dinas Informasi dan Komunikasi Provinsi Kep. Babel menegaskan perlunya kehati-hatian dari lembaga penyiaran sebelum menyiarkan sebuah tayangan. Efek yang akan terjadi di masyarakat harus diperhatikan. Jadi, menurutnya, harus ada kontrol atau sensor internal di lembaga penyiaran. (Red/RG)