Tim EUCS Uji 14 Lembaga Penyiaran di Banten dan Jateng
KPI dan Pemerintah melakukan proses evaluasi uji coba siaran (EUCS) 14 lembaga penyiaran secara bersamaan di dua tempat yakni provinsi Banten dan Jawa Tengah (Jateng). Ini dalam upaya mempercepat penetapan izin penyelenggaraan penyiaran (IPP) tetap untuk pemohon yang sudah mendapatkan izin prinsip dan siap diuji.
KPI dan Pemerintah melakukan proses evaluasi uji coba siaran (EUCS) 14 lembaga penyiaran secara bersamaan di dua tempat yakni provinsi Banten dan Jawa Tengah (Jateng). Ini dalam upaya mempercepat penetapan izin penyelenggaraan penyiaran (IPP) tetap untuk pemohon yang sudah mendapatkan izin prinsip dan siap diuji.
Sebelumnya, tim EUCS yang terdiri dari unsur KPI Pusat, KPID, Ditjend SKDI, Ditjend Postel dan ditetapkan oleh Menkominfo sudah melakukan empat kali EUCS di tiga daerah yakni Sumatera Barat (Sumbar), Jambi, Jateng (Solo), dan Jateng (Purwokerto).
Pada EUCS di Banten, ada 8 lembaga penyiaran (enam radio dan dua televisi) yang ikut proses EUCS yakni PT Radio Swara Putra Tercinta, PT Radio Paranti, PT Radio Hutama Orkestra Tren, PT Radio Swara Adhi Kusuma, PT Radio Bahana Banten, PT Radio Citra Budaya Banten, PT Wahana Televisi Banten, dan PT Carlita Televisi Indonesia.
Adapun EUCS di Jateng (Pekalongan), ada enam lembaga penyiaran yang semuanya radio yakni PT Radio Titian Sesama, PT Radio Kwalitas Utama Temenanan, PT Radio Maju Bersama Rakyat, PT Radio Gemilang Gatra Mitra, PT Radio Rafi Pratama, dan PT Radio Bahana Suara Belik.
Dalam EUCS di Banten, Rabu 21 Juli 2010, ketua tim dipegang anggota KPI Pusat, Azimah Soebagyo. Saat berlangsung proses EUCS itu, sejumlah pertanyaan dan masukan soal program siaran, teknis dan administratif dilontarkan anggota tim.
Sementara itu, ketika memberikan masukan secara umum, Azimah banyak menekankan supaya isi siaran lembaga penyiaran agar lebih memperbanyak unsur edukatifnya. Selain itu, dirinya juga mengharapkan supaya lembaga penyiaran khususnya televisi untuk lebih kreatif mengeksplore program-programnya. “Ini untuk memberikan alternatif tontonan pada masyarakat,” katanya.
Meskipun begitu, Azimah memberikan apresiasi mendalam pada televisi-televisi lokal yang ikut EUCS tersebut. Menurtunya, kehadiran televisi lokal sebagai bentuk pilihan lain selain pemain-pemain lama atau eksis.
Usai proses EUCS yang berlangsung hingga malam hari, keesokan harinya (Kamis, 22 Juli 2010), rombongan tim melakukan kunjungan ke sejumlah lembaga penyiaran tersebut yang ada di kota Serang dan Pandeglang. Kunjungan ini sebagai bentuk acuan dari tim untuk menentukan penilaian nantinya. Usai kunjungan itu, sorenya, tim EUCS langsung melakukan penilaian ke delapan lembaga penyiaran itu. Red/RG
Sebelumnya, tim EUCS yang terdiri dari unsur KPI Pusat, KPID, Ditjend SKDI, Ditjend Postel dan ditetapkan oleh Menkominfo sudah melakukan empat kali EUCS di tiga daerah yakni Sumatera Barat (Sumbar), Jambi, Jateng (Solo), dan Jateng (Purwokerto).
Pada EUCS di Banten, ada 8 lembaga penyiaran (enam radio dan dua televisi) yang ikut proses EUCS yakni PT Radio Swara Putra Tercinta, PT Radio Paranti, PT Radio Hutama Orkestra Tren, PT Radio Swara Adhi Kusuma, PT Radio Bahana Banten, PT Radio Citra Budaya Banten, PT Wahana Televisi Banten, dan PT Carlita Televisi Indonesia.
Adapun EUCS di Jateng (Pekalongan), ada enam lembaga penyiaran yang semuanya radio yakni PT Radio Titian Sesama, PT Radio Kwalitas Utama Temenanan, PT Radio Maju Bersama Rakyat, PT Radio Gemilang Gatra Mitra, PT Radio Rafi Pratama, dan PT Radio Bahana Suara Belik.
Dalam EUCS di Banten, Rabu 21 Juli 2010, ketua tim dipegang anggota KPI Pusat, Azimah Soebagyo. Saat berlangsung proses EUCS itu, sejumlah pertanyaan dan masukan soal program siaran, teknis dan administratif dilontarkan anggota tim.
Sementara itu, ketika memberikan masukan secara umum, Azimah banyak menekankan supaya isi siaran lembaga penyiaran agar lebih memperbanyak unsur edukatifnya. Selain itu, dirinya juga mengharapkan supaya lembaga penyiaran khususnya televisi untuk lebih kreatif mengeksplore program-programnya. “Ini untuk memberikan alternatif tontonan pada masyarakat,” katanya.
Meskipun begitu, Azimah memberikan apresiasi mendalam pada televisi-televisi lokal yang ikut EUCS tersebut. Menurtunya, kehadiran televisi lokal sebagai bentuk pilihan lain selain pemain-pemain lama atau eksis.
Usai proses EUCS yang berlangsung hingga malam hari, keesokan harinya (Kamis, 22 Juli 2010), rombongan tim melakukan kunjungan ke sejumlah lembaga penyiaran tersebut yang ada di kota Serang dan Pandeglang. Kunjungan ini sebagai bentuk acuan dari tim untuk menentukan penilaian nantinya. Usai kunjungan itu, sorenya, tim EUCS langsung melakukan penilaian ke delapan lembaga penyiaran itu. Red/RG