Televisi Harus Terbuka dengan Kritik
Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) terpilih untuk periode 2010-2013 Erick Thohir menilai, ke depan televisi harus siap menerima kritik keras jika masih tetap menayangkan konten yang dinilai tidak memberikan inspirasi kepada masyarakat.
Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) terpilih untuk periode
2010-2013 Erick Thohir menilai, ke depan televisi harus siap menerima
kritik keras jika masih tetap menayangkan konten yang dinilai tidak
memberikan inspirasi kepada masyarakat.
Ia menuturkan, dalam
masa kepemimpinannya ATVSI akan memprioritasnya tiga program. Pertama,
meningkatkan konten 10 stasiun televisi yang tergabung dalam asosiasi
tersebut terkait informasi publik sehingga dapat lebih memberikan
inspirasi kepada masyarakat
"Informasi yang baik dan
menginspirasi harus bisa tecermin dalam setiap acara televisi. Meskipun
tayangannya beragam, mulai dari berita, hiburan, maupun talkshow. Jika
tidak, televisi harus siap dikritik keras dan terima sanksi," ujarnya
ketika dihubungi Kamis (11/11).
Kritik keras dan sanksi akibat
tayangan yang tidak menginpirasi itu menurutnya terkait erat dengan
program kedua dari organisasi, yaitu meningkatkan kerjasama dengan
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Hal itu, lanjut dia, dilakukan untuk
menyerap lebih banyak masukan dari masyarakat.
"ATVSI akan duduk
bersama dengan televisi dan KPI untuk ambil tindakan terhadap televisi
yang menayangkan konten yang melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran.
Contohnya, tayangan yang baru saja di-drop karena dinilai menayangkan
informasi yang menakut-nakuti masyarakat," ungkapnya.
Erick
menyatakan, ke depan ATVSI juga akan aktif merangkul KPI untuk
mengadakan workshop kepada seluruh pekerja televisi terkait etika siaran
televisi dan kebijakan publik yang diatur dalam Pedoman Perilaku
Penyiaran.
"Ini adalah upaya agar isi siaran anggota ATVSI lebih
berkualitas dan melahirkan nilai nilai positif bagi kemajuan bangsa dan
negara Indonesia," janjinya.
Program ketiga, lanjut dia, adalah
mempersiapkan masyarakat pertelevisian memasuki era multimedia dan
integrasi. Menurutnya, stasiun televisi yang tengah mendominasi saat ini
belum tentu akan akan bertahan lama dengan kehadiran media lain,
seperti internet dan media sosial.
"Untuk itu masyarakat
pertelevisian harus dipersiapkan dan membuat strategi baru untuk
mengantisipasi. Televisi juga dituntut untuk lebih kreatif dalam
menayangkan kontennya sehingga tetap informatif dan inspiratif,"
tandasnya. Red/RG dari MI