Sample Image

Ketua KPI Pusat Dadang Rahmat Hidayat mengatakan kesimpulan yang dibuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Informasi Publik (BIP) terkait pemantauan tayangan Ramadhan selama 10 hari ke dua bulan puasa ini sudah selaras dengan pantauan dan juga analisa yang dilakukan KPI Pusat.  Hal itu diungkapkannya dalam jumpa pers hasil pemantauan MUI dan BIP pada tayangan ramadhan untuk 10 hari ke dua di kantor MUI, Rabu 1 September 2010.


Ketua KPI Pusat Dadang Rahmat Hidayat mengatakan kesimpulan yang dibuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Informasi Publik (BIP) terkait pemantauan tayangan Ramadhan selama 10 hari ke dua bulan puasa ini sudah selaras dengan pantauan dan juga analisa yang dilakukan KPI Pusat.  Hal itu diungkapkannya dalam jumpa pers hasil pemantauan MUI dan BIP pada tayangan ramadhan untuk 10 hari ke dua di kantor MUI, Rabu 1 September 2010.

Hasil pantauan MUI dan BIP menyatakan tayangan-tayangan yang dikemas selama Ramadhan belum pas dan kurang maksimal dengan momentum bulan tersebut. Pasalnya, menurut kesimpulan ke dua institusi tersebut, masih terdapat adegan kekerasaan fisik, kekerasaan psikis, kekerasaan seksual dan mistik-horor di sejumlah tayangan di beberapa stasiun televisi dari 12 stasiun televisi yang dipantau.
 
Menurut Dadang, program acara Ramadhan yang ditayangkan sampai saat ini belum sesuai dengan harapan KPI yakni sebagai ajang perbaikan. “Memang ada niat dari kalangan televisi untuk lebih baik untuk tayangan ramadhan. Tapi, kami memandang lembaga penyiaran belum terlalu serius memanfaatkan momentum bulan suci ini,” lanjutnya.

Dalam waktu dekat, ungkap Dadang, KPI berencana akan mengeluarkan surat teguran terkait adanya pelanggaran-pelanggaran yang terjadi pada sejumlah program acara sesuai dengan aturan yang ada yakni UU Penyiaran dan P3/SPS. Adapun nama-nama acara yang akan ditegur tersebut, Dadang belum menyebutkan nama-namanya. “Kita belum mau mengeluarkan itu, tapi dalam waktu cepat kita akan keluarkan surat teguran tersebut,” tegasnya.

Satu catatan baik diungkapkan Dadang dikesempatan itu adalah adanya perubahan yang lebih baik pada tayangan infotainmen pada momen bulan suci ini. Tapi, kondisi ini mesti dipertahankan dan bahkan ditingkatkan lebih baik lagi seusai ramadhan ini, lanjutnya.
 
Dalam kesempatan sama, Wakil Ketua KPI Pusat Nina Mutmainnah menambahkan, agar siaran televisi baik kuncinya adalah mentaati dan menjalankan sepenuhnya pedoman yang dibuat KPI yakni P3 dan SPS. “Jika ikut ini, saya yakin isi siaran tidak akan ada yang bermasalah dan dikeluhkan publik,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Ketua Tim Pemantauan Ramdhan MUI  S. Sinansari Ecip meminta kerjasama lebih serius antar KPI, MUI dan BIP soal pemantauan televisi. Bahkan, dirinya mengajak KPI dan Pemerintah cq BIP untuk memantau bersama-sama siaran televisi sepanjang tahun.

“Kami ingin tayangan buruk tidak ada lagi. Kami menginginkan tayangan yang sehat. Masyarakat perlu dilindungi dari tontonan yang kurang sehat,” kata Ecip.

Hadir dalam jumpa pers itu Ketua BIP, Freddy Tulung dan juga anggota KPI Pusat, Ezki Suyanto dan Idy Muzzayad. Red/RG