Sadar kapasitas Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, kemungkinan tak dapat menampung animo penonton --baik tuan rumah Malaysia maupun Indonesia-- pemerintah Malaysia meminta stasiun televisi setempat menyiarkan langsung final AFF Suzuki Cup 2010. Tanpa ada lagi interupsi siaran berita.

Ya, bolamania di Malaysia kecewa berat ketika tim asuhan K Rajagopal melakoni leg kedua semifinal di kandang Vietnam, akhir pekan lalu (18/12).  Stasiun pemerintah Radio Televisyen Malaysia (RTM) ketika itu sempat tidak menyiarkan pertandingan selama 30 menit. Ini karena tepat pukul 20.00 waktu setempat (sama Wita), ada tayangan wajib “Berita Nasional”. Akibatnya, mayoritas rakyat Malaysia tak dapat menyaksikan paro awal pertandingan, kecuali mereka yang menyimak melalui paket televisi berlangganan. Sementara di Indonesia, RCTI menyiarkan utuh pertandingan skuad Garuda sejak partai perdana lalu.

“Tidak semua dapat hadir memberi sokongan di stadion, jadi mereka hanya bisa menonton di televisi,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga, Datuk Seri Ahmad Shabery Cheek. “Saya faham mereka (RTM) juga memiliki kendala tersendiri untuk menyiarkan pertandingan, tapi itu bukan berada di bawah wewenang kami,” sambung dia kepada kantor berita Bernama, kemarin (20/12).

Menteri Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Datuk Seri Dr Rais Yatim memberi respons positif. Dia menjamin stasiun nasional akan menyiarkan penuh pertandingan itu. “Ya, kami telah mendapat masukan masyarakat luas bahwa ini bukan pertandingan sepak bola biasa. Ini pertandingan yang mendapat perhatian nusantara, sebab itu kami berusaha menayangkan siaran langsung (secara penuh, Red)," katanya.

Seperti Senayan, Bukit Jalil juga memiliki daya tampung jumbo --hingga 80 ribu penonton. Namun besarnya populasi warga Indonesia di Malaysia, membuat tiket diperkirakan ludes sebelum hari H.

Pengurus FAM (PSSI-nya Malaysia) Datuk Subahan Kamal berharap fans tuan rumah jangan kalah dengan animo pendukung Indonesia.  “Belilah tiket lebih awal, kalau boleh beberapa hari sebelum pertandingan. Jangan sampai tiket kehabisan karena diborong pendukung lawan, yang kita ketahui memang cukup bersemangat menonton partai ini,” jelas dia seperti dilansir Utusan Malaysia. Red/RG dari sejumlah sumber