Soal Kekerasan di Big Movies, Global TV Berkomitmen untuk Perbaiki
Dalam
pertemuan ini, Nina Mutmainnah, Wakil Ketua KPI Pusat, memperlihatkan
cuplikan film dalam program “Big Movies” yang berisi kekerasan dan
makian. Cuplikan film ini diambil dari hasil pemantauan langsung yang
dilakukan terhadap program ini pada bulan September dan November 2010.
Nina juga menambahkan, ada beberapa film lain yang ditayangkan Global TV yang
bermasalah. Salah satunya adalah film "Pretty Woman". Film tersebut
ditayangkan siang hari pukul 13.30, padahal film itu membawa tema
dewasa. "Tolong soal-soal seperti ini diperhatikan, tidak hanya adegan
per adegan tetapi juga tema film. Harus dilihat film pantasnya
ditayangkan pukul berapa. Pihak Global TV harus memperhatikan hal ini, kami tidak menginginkan adanya pelanggaran yang itu lagi-itu lagi, " tandas Nina.
M.
Riyanto, Anggota KPI Pusat yang juga hadir dalam acara ini menyampaikan
bahwa yang penting ada itikad dan kemauan dari Global TV. "Kami meminta
Global TV menerapkan metode self sensorship. Kami meminta Global TV melihat kembali (program ini) dan melakukan perbaikan, " kata Riyanto.
Berkaitan dengan komitmen Global TV, Nina dan Riyanto juga meminta Global TV untuk
membuat pernyataan tertulis yang berisi komitmen untuk memperbaiki
program "Big Movies". "Dokumen (surat pernyataan) ini bisa menjadi
bentuk pertanggungjawaban kepada publik bahwa Global TV mau melakukan perbaikan," tambah Riyanto. Menanggapi permintaan KPI ini, Arya menyanggupinya.
Selain itu, Arya juga meminta KPI agar bersedia menjadi narasumber dalam workshop untuk melatih divisi Quality Control (QC) Global TV. Arya menjelaskan tidak semua staf di bagian QC Global TV mengerti
mengenai Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS)
KPI. Untuk itu, dia meminta bantuan KPI untuk melatih karyawannya agar
mengerti P3SPS. Permintaan ini disambut positif oleh Nina dan Riyanto.
Selain Arya, dalam pertemuan ini dari Global TV juga turut hadir Hary Martono, Dhika Shakiya, dan Vanessa Aesculapiana. Red/SH