Sikapi Tayangan TV Bermasalah, KPID Jatim Buka Ruang Konsultasi

Sample ImageKomisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur (Jatim) akan berkomitmen lebih merakyat dan membuka ruang konsultasi untuk melayani pengaduan masyarakat tentang tayangan televisi yang bermasalah.


Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur (Jatim) akan berkomitmen lebih merakyat dan membuka ruang konsultasi untuk melayani pengaduan masyarakat tentang tayangan televisi yang bermasalah.

KPID Jawa Timur membenarkan keberadaan tayangan-tayangan televisi yang kurang berkualitas khususnya selama Ramadhan. Pelanggaran-pelanggaran dalam bentuk kekerasan verbal, kekerasan fisik, seksualitas dan distorsi nilai agama diakui oleh KPID Jawa Timur, ditampilkan dalam program-program televisi.

Ketua Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Jawa Timur, Donny Maulana mengatakan, pihaknya sering mengirimkan rekomendasi teguran kepada KPI Pusat jika melihat adanya tayangan yang dianggap menyalahi aturan.

Rekomendasi tersebut biasanya disertai dengan penindakan oleh KPI Pusat. Menyikapi tayangan-tayangan televisi yang meresahkan bagi masyarakat, KPID Jawa Timur juga akan berkomitmen merakyat dalam rangka melakukan media literasi. Mulai 2010 ini, KPID Jawa Timur membuka ruang konsultasi lewat media cetak dan televisi.

“Ini supaya masyarakat lebih berani mengkritisi media. Kami juga memberikan ruang lebar bagi masyarakat untuk mengirimkan pengaduannya, masukan dan kritikan terhadap KPID,” tukas pria yang pernah menjadi wartawan radio swasta itu.

Selain itu, masih dalam rangka mengajak masyarakat melek media, KPID Jawa Timur berencana masuk ke sekolah untuk menyasar anak-anak. Diharapkan, anak-anak juga bisa memilih dan mengkritisi tayangan yang tidak layak mereka tonton.

Diakui Donny, KPID sering berada dalam posisi serba salah. Stigma KPI mirip lembaga sensor sering melekat ketika KPI lebih aktif menegur dan menindak tayangan-tayangan yang bermasalah. Karena itu, KPI tidak bisa bergerak sendiri.

Apalagi di Jawa Timur, KPID yang beranggotakan 7 orang harus memantau ratusan lebih lembaga penyiaran lokal yang tersebar di Jawa Timur. KPID, kata DONNY membutuhkan peran serta masyarakat untuk ikut mengawasi isi media. Di sisi lain, DONNY juga mengingatkan bahwa media massa memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan edukasi, informasi sekaligus kontrol sosial disamping bertujuan menghibur masyarakat. Red/RG dari SS