Siaran TV Al Aqsa Dihentikan
Penyedia satelit asal Perancis menghentikan siaran saluran TV Hamas ke Eropa dan bagian dunia Arab lainnya dengan alasan keprihatinan akan menyebar hasutan. "Keputusan itu akan menyebabkan pemirsa Al-Aqsa TV tidak mencapai sebagian besar pemirsanya," kata kepala stasiun TV yang berbasis di Gaza, Hazem Sharawy. Kehilangan penyedia satelit dianggap akan menghambat upaya kelompok ini menyebarkan pesannya dan menggalang dana di luar negeri.
Keputusan untuk memutus stasiun Hamas yang dilakukan oleh Perancis sama dengan langkah yang dilakukan AS terhadap al-Manar, saluran milik kelompok Hizbullah di Libanon.
Di Paris, juru bicara Eutelsat Vanessa O'Connor mengatakan bahwa pekan lalu regulator penyiaran Prancis CSA memerintahkan untuk menghentikan saluran Hamas ke Eropa pada bulan 26 Juni 2010. Al-Aqsa TV merupakan bagian dari paket saluran yang ditransmisikan oleh operator yang berbasis di Bahrain, Noorsat. Eutelsat telah menuruti perintah CSA untuk menghentikan transmisi al-Aqsa TV untuk Noorsat.
O'Connor melempar keputusan ini pada Noorsat untuk memblokir sinyal TV al-Aqsa. Namun dia tidak memberikan komentar mengenai apa yang akan terjadi jika Noorsat tidak mematuhi perintah CSA dengan memutus siaran TV al Aqsa pada tenggat waktu 26 Juni.
Sharawy mengatakan Norsat telah menyatakan pada al-Aqsa TV bahwa program mereka menghasut kebencian. Kepala al-Aqsa menyatakan bahwa keputusan itu bermotif politik dan dimaksudkan untuk membungkam kritik terhadap Israel.
"Musuh kami (Israel) dapat membunuh kami, menghancurkan tanah kami dan melakukan blokade atas kami. Tetapi kami tidak diperbolehkan untuk mengekspos," ucap Sharawy. Kini mereka tengah menghitung hari sebelum siaran mereka diputus.
Siaran TV ini mencapai Eropa, Afrika Utara dan sebagian Teluk namun tidak mencapai Amerika Serikat. Sementara penyedia satelit kedua al-Aqsha hanya mencapai pemirsa di Timur Tengah. Red/RG dari AP/Reuters
Keputusan untuk memutus stasiun Hamas yang dilakukan oleh Perancis sama dengan langkah yang dilakukan AS terhadap al-Manar, saluran milik kelompok Hizbullah di Libanon.
Di Paris, juru bicara Eutelsat Vanessa O'Connor mengatakan bahwa pekan lalu regulator penyiaran Prancis CSA memerintahkan untuk menghentikan saluran Hamas ke Eropa pada bulan 26 Juni 2010. Al-Aqsa TV merupakan bagian dari paket saluran yang ditransmisikan oleh operator yang berbasis di Bahrain, Noorsat. Eutelsat telah menuruti perintah CSA untuk menghentikan transmisi al-Aqsa TV untuk Noorsat.
O'Connor melempar keputusan ini pada Noorsat untuk memblokir sinyal TV al-Aqsa. Namun dia tidak memberikan komentar mengenai apa yang akan terjadi jika Noorsat tidak mematuhi perintah CSA dengan memutus siaran TV al Aqsa pada tenggat waktu 26 Juni.
Sharawy mengatakan Norsat telah menyatakan pada al-Aqsa TV bahwa program mereka menghasut kebencian. Kepala al-Aqsa menyatakan bahwa keputusan itu bermotif politik dan dimaksudkan untuk membungkam kritik terhadap Israel.
"Musuh kami (Israel) dapat membunuh kami, menghancurkan tanah kami dan melakukan blokade atas kami. Tetapi kami tidak diperbolehkan untuk mengekspos," ucap Sharawy. Kini mereka tengah menghitung hari sebelum siaran mereka diputus.
Siaran TV ini mencapai Eropa, Afrika Utara dan sebagian Teluk namun tidak mencapai Amerika Serikat. Sementara penyedia satelit kedua al-Aqsha hanya mencapai pemirsa di Timur Tengah. Red/RG dari AP/Reuters