Selundupkan Satelit, BBC Diharamkan Sudan

Sample ImagePada hari Senin (9/8), Sudan secara resmi melarang siaran BBC berbahasa Arab mengudara karena dugaan pelanggaran yang dilakukan raksasa media asal Inggris tersebut. BBC dicurigai telah melanggar kesepakatan yang telah dijalin dengan otoritas Sudan.


Pada hari Senin (9/8), Sudan secara resmi melarang siaran BBC berbahasa Arab mengudara karena dugaan pelanggaran yang dilakukan raksasa media asal Inggris tersebut. BBC dicurigai telah melanggar kesepakatan yang telah dijalin dengan otoritas Sudan.

Pemerintah Sudan mengatakan, keputusan itu tidak ada hubungannya dengan isi liputan berita BBC berbahasa Arab, namun ada hubungannya dengan dua peristiwa yang dianggap Sudan telah melanggar kesepakatan BBC dengan pemerintah pada tahun 1999.

"Pemerintah menghentikan layanan BBC FM di Khartoum, Port Sudan, Madani, dan Al Obeid, serta menghentikan kerja sama yang ditandatangani BBC (dan pemerintah) terhitung sejak tanggal 9 Agustus 2010," kata Kementerian Informasi Sudan sebagaimana dikutip kantor berita SUNA.

Empat lokasi tersebut merupakan kota-kota utarma di utara, larangan tersebut praktis menyudahi siaran berbahasa Arab BBC FM di utara.

Kementerian Informasi Sudan merilis pernyataan kepada kantor berita SUNA hari Minggu malam. Dalam pernyataan tersebut, pihak kementerian mencurigai BBC telah mengimpor perlengkapan teknis melalui kurir diplomatik Inggris.

Pada hari Senin, pemerintah menuding ada seorang kru BBC yang menyelundupkan perlengkapan satelit melalui kantong diplomatik guna melakukan transmisi langsung ke Sudan dan melakukan aktivitas ilegal di selatan Sudan tanpa terlebih dahulu mendapat persetujuan dari pemerintah. Dua hal tersebut dinilai melanggar kesepakatan.

Kementerian Informasi menegaskan bahwa BBC mengudara di ibu kota Sudan selatan, Juba, tanpa mendapat persetujuan pemerintah pusat.

"Larangan itu sama sekali tak ada hubungannya dengan siaran berita BBC dari Sudan," kata kementerian.

Radio BBC berbahasa Arab yang biasa mengudara di frekuensi FM tidak lagi dapat didengar di utara Sudan pada hari Senin.

Pemerintah mengatakan bahwa larangan tersebut sejatinya bisa dikompromikan seandainya BBC mau patuh pada poin-poin kesepakatan, namun larangan itu diberlakukan karena BBC tidak mematuhinya. Tapi, tidak diberikan penjelasan lebih lanjut.

BBC World Service pada hari Senin membenarkan bahwa siaran berbahasa Arabnya di frekuensi radio FM di Sudan telah dihentikan. BBC menegaskan bahwa pihaknya tengah bernegosiasi dengan otoritas di Khartoum agar siaran bisa dilanjutkan.

"Kami merasa amat kecewa karena masyarakat di utara Sudan tidak lagi bisa mendapatkan akses terhadap berita-berita berimbang dan terkini dari berita BBC berbahasa Arab di radio FM," kata kepala BBC Afrika, Jerry Timmins. "Kami berharap bisa meneruskan siaran," lanjutnya.

Namun, radio tersebut tak sepenuhnya mati. Ia mengatakan, berita BBC berbahasa Arab masih bisa diakses masyarakat di utara Sudan melalui internet, gelombang pendek, dan juga jaringan satelit.

Pada tahun 1999, Sudan memberikan izin penyiaran kepada BBC berbahasa Arab di empat kota di utara: Khartoum, Port Sudan, Madani, dan Al Obeid.

Dengan memiliki empat lokasi penyiaran di Sudan ditambah dengan layanan gelombang pendek, BBC menjadi sumber berita utama di Sudan, negara terbesar di Benua Afrika yang mayoritas dari 40 juta penduduknya berbahasa Arab.

Banyak warga Sudan, khususnya para pengungsi Darfur di berbagai kamp pengungsian di barat Sudan amat bergantung pada siaran berbaasa Arab dari BBC.

Pada hari Sabtu lalu, Presiden Omar Hassan al-Bashir memperingatkan organisasi-organisasi asing, termasuk lembaga bantuan, bahwa mereka bisa diusir jika tidak mematuhi aturan pemerintah. Red/RG dari SM