Satelit Measat-3a Diluncurkan
Setelah tertunda hampir satu tahun, satelit Measat-3a akhirnya berhasil diluncurkan. Satelit baru milik perusahaan telekomunikasi satelit Malaysia, Measat Satellite System (MSS) Sdn Bhd, itu diharapkan mampu memenuhi kebutuhan infrastruktur telekomunikasi dan informasi di Asia, Australia, Timur Tengah, dan Afrika timur.
Setelah tertunda hampir satu tahun, satelit Measat-3a akhirnya berhasil diluncurkan. Satelit baru milik perusahaan telekomunikasi satelit Malaysia, Measat Satellite System (MSS) Sdn Bhd, itu diharapkan mampu memenuhi kebutuhan infrastruktur telekomunikasi dan informasi di Asia, Australia, Timur Tengah, dan Afrika timur.
Peluncuran Measat-3a dilakukan di Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan, Senin (22/6) pukul 03.50 waktu setempat atau 04.50 WIB. Hadir dalam peluncuran itu Menteri Penerangan, Komunikasi, dan Kebudayaan Malaysia Rais Yatim, pimpinan Measat, dan rekanan bisnis, serta 14 siswa dari lima negara penerima beasiswa untuk menyaksikan peluncuran satelit tersebut.
Dengan diluncurkannya satelit ini, Measat kini mengoperasikan empat satelit. Ketiga satelit lainnya adalah Africasat-1, Measat-2, dan Measat-3. Measat selama ini menjadi penyedia utama infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi bagi Malaysia, baik untuk jaringan telekomunikasi maupun penyiaran.
Direktur Operasional atau Chief Operating Officer MSS Paul Brown-Kenyon mengatakan, potensi jasa layanan satelit masih cukup besar. Meskipun layanan satelit dari Measat-3a baru dilakukan akhir Juli nanti, saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang ingin menggunakan jasa satelit tersebut. Perusahaan tersebut berasal dari Malaysia dan luar Malaysia.
Measat-3a akan melengkapi keberadaan Measat-3 dengan tambahan 12 transponder C-band dan 12 transponder Ku-band. Tambahan kapasitas ini dibutuhkan karena 24 transponder C-band pada Measat-3 telah digunakan 84 persen dan penggunaan 24 transponder Ku-band telah mencapai 88 persen.
Keberadaan satelit baru tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan konsumen yang sudah ada dan terus meningkat serta kebutuhan konsumen baru.
Measat-3a dibuat dengan biaya 600 juta ringgit atau sekitar Rp 1,8 triliun. Satelit ini seharusnya diluncurkan Agustus tahun lalu, tetapi tertunda akibat persoalan teknis.
Wakil Presiden Senior Pengembangan Sistem Angkasa MSS Ali R Ebadi mengatakan, Measat-3a dibuat oleh Orbital Sciences Corporation di Dulles, Virginia, Amerika Serikat, dengan melibatkan ilmuwan setempat dan insinyur dari MSS.
Sejumlah tenaga dari MSS juga telah dilatih untuk mengoperasikan dan mengendalikan satelit seberat 2,4 ton ini.Red/SH dari Kompas
Peluncuran Measat-3a dilakukan di Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan, Senin (22/6) pukul 03.50 waktu setempat atau 04.50 WIB. Hadir dalam peluncuran itu Menteri Penerangan, Komunikasi, dan Kebudayaan Malaysia Rais Yatim, pimpinan Measat, dan rekanan bisnis, serta 14 siswa dari lima negara penerima beasiswa untuk menyaksikan peluncuran satelit tersebut.
Dengan diluncurkannya satelit ini, Measat kini mengoperasikan empat satelit. Ketiga satelit lainnya adalah Africasat-1, Measat-2, dan Measat-3. Measat selama ini menjadi penyedia utama infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi bagi Malaysia, baik untuk jaringan telekomunikasi maupun penyiaran.
Direktur Operasional atau Chief Operating Officer MSS Paul Brown-Kenyon mengatakan, potensi jasa layanan satelit masih cukup besar. Meskipun layanan satelit dari Measat-3a baru dilakukan akhir Juli nanti, saat ini sudah ada beberapa perusahaan yang ingin menggunakan jasa satelit tersebut. Perusahaan tersebut berasal dari Malaysia dan luar Malaysia.
Measat-3a akan melengkapi keberadaan Measat-3 dengan tambahan 12 transponder C-band dan 12 transponder Ku-band. Tambahan kapasitas ini dibutuhkan karena 24 transponder C-band pada Measat-3 telah digunakan 84 persen dan penggunaan 24 transponder Ku-band telah mencapai 88 persen.
Keberadaan satelit baru tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan konsumen yang sudah ada dan terus meningkat serta kebutuhan konsumen baru.
Measat-3a dibuat dengan biaya 600 juta ringgit atau sekitar Rp 1,8 triliun. Satelit ini seharusnya diluncurkan Agustus tahun lalu, tetapi tertunda akibat persoalan teknis.
Wakil Presiden Senior Pengembangan Sistem Angkasa MSS Ali R Ebadi mengatakan, Measat-3a dibuat oleh Orbital Sciences Corporation di Dulles, Virginia, Amerika Serikat, dengan melibatkan ilmuwan setempat dan insinyur dari MSS.
Sejumlah tenaga dari MSS juga telah dilatih untuk mengoperasikan dan mengendalikan satelit seberat 2,4 ton ini.Red/SH dari Kompas