Radio di Somalia Dilarang Perdengarkan Musik
Sample ImageSebagian besar stasiun radio di Somalia sudah berhenti memperdengarkan musik atas perintah kelompok perlawanan Islam, Hizbul-Islam, yang mengungkapkan bahwa lagu-lagu tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Sebagian besar stasiun radio di Somalia sudah berhenti memperdengarkan musik atas perintah kelompok perlawanan Islam, Hizbul-Islam, yang mengungkapkan bahwa lagu-lagu tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Stasiun-stasiun radio mengatakan, mereka harus menaati larangan itu. Jika tidak, nyawa mereka terancam. Wartawan BBC di Somalia mengatakan, perintah paling baru ini pekat diwarnai oleh Taliban di Afganistan.

Sebelumnya, kalangan militan di beberapa wilayah telah melarang warga menonton film dan sepak bola. Kaum pria juga diwajibkan memelihara janggut.

Somalia tidak memiliki pemerintah pusat yang berfungsi sejak tahun 1991 dan kalangan militan Islam mengendalikan sebagian besar wilayah negara itu.

Pemerintah peralihan -yang dibantu oleh tentara Uni Afrika dan dana PBB- hanya mengendalikan satu bagian kecil ibukota Mogadishu.

Perintah untuk berhenti memperdengarkan musik itu dikeluarkan sepuluh hari lalu. Dari 15 stasiun radio di Mogadishu hanya dua stasiun saja biasanya yang tidak memperdengarkan musik.

Warga sekarang hanya dapat mendengarkan musik dari stasiun radio yang dikuasai pemerintah dan stasiun radio yang berbasis di Kenya yang didanai oleh PBB dan memiliki pemancar FM di Mogadishu,

"Kami menggunakan bunyi-bunyian lain seperti bunyi tembakan senjata api, bunyi kendaraan dan kicauan burung yang dihubungkan dengan acara-acara, kami serta siaran berita," kata Abdullahi Yasin Jama, kepala bagian program Radio Tusmo, Selasa waktu setempat (13/4).

Seorang pejabat radio yang lain mengatakan, ia khawatir mereka akan kehilangan pendengar dan iklan. Musik benar-benar disukai di Mogadishu dan banyak orang yang tidak senang dengan kebijakan yang menentukan apa yang bisa mereka dengarkan melalu radio.

Pekan lalu, al-Shabab, sebuah kelompok militan yang besar lain di negara itu, menutup stasiun relay radio BBC di lima kota di Somalia selatan, termasuk Mogadishu. Red/RG dari sejumlah sumber