Lembaga Penyiaran saat Ramadhan diharapkan serius mengemas program acara yang sesuai dengan makna sekaligus sebagai penguat suasana kebatinan masyarakat.

Dadang Rahmat Hidayat, Ketua KPI Pusat, mengharapkan semua lembaga penyiaran khususnya televisi untuk membuat tayangan yang berkualitas dan dipertahankan diluar bulan suci.

Berdasarkan analisa KPI pada Ramadhan tahun 2010 banyak program acara yang cenderung hanya sebagai program pendamping. “Kita ingin disisa waktu yang ada ini, program-program yang akan ataupun yang sudah dibuat sesuai dengan makna bulan suci,” ujar Dadang dalam forum diskusi dengan sejumlah media, pelaku usaha penyiaran dan masyarakat dengan tema “Mewujudkan Program Siaran Ramadhan yang Bermartabat” di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabu, 13 April 2011 dengan Idy Muzayad sebagai moderator.

Meskipun jumlah teguran secara kuantitatif menurun ketika Ramadhan, tapi bentuk pelanggaran sama dengan bulan sebelumnya. “Ini tercermin dari acara-acara film, sinetron, dan acara-acara menjelang makan sahur,” jelasnya.

S. Sinansari Ecip, Ketua Komisi Informasi dan Media Massa MUI Pusat, menekankan agar tayangan-tayangan berbau mistik, pornografi, infotainment dan tayangan yang dianggap tidak layak untuk Ramadhan untuk tidak ada dalam layar kaca. Menurut Ecip tidak ingin ibadah yang ditunai umat Islam tercermar karena tayangan tersebut. “Meskipun P3SPS sudah mengatur jam penayangan program-program dewasa, kami harapkan tidak ditayangkan,” tegasnya.

Ecip menghimbau  KPI dan LSF untuk menjalankan tugasnya lebih ketat. Jika memang ditemukan ada pelanggaran segera diberikan sanksi. Hal yang sama juga diungkapnya Ecip, yang mengharapkan program acara yang disiarkan menjadi pokok tujuan bukan sebagai selingan. “Jangan tema acaranya hanya humor,” katanya.

Sejumlah pihak yang hadir dalam acara tersebut, seperti Choirul Umam, Sutradara Senior, mengharapkan program acara yang disuguhkan ke masyarakat nantinya, mulai dari A zampai Z, pengerjaannya harus Islami dan sesuai syariat.

Sementara itu, sejumlah perwakilan televisi yang hadir, menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi dalam persiapan program Ramadhan. Namun, satu hal yang mereka minta adalah adanya komunikasi intensif jika dinilai ada pelanggaran untuk segera diperbaiki. Red/RG