Pertemuan dengan Pemred TV, KPI Pusat Minta Akurasi Pemberitaan Soal Bencana Diperhatikan
Ketua KPI Pusat, Dadang Rahmat Hidayat, meminta dan mengharapkan semua lembaga penyiaran yang melakukan peliputan dan menyampaikan pemberitaan soal bencana dengan akurat atau tepat. Hal ini demi membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi yang tepat dan tidak menimbulkan masalah bagi korban atau orang lain.
Ketua KPI Pusat, Dadang Rahmat Hidayat, meminta dan
mengharapkan semua lembaga penyiaran yang melakukan peliputan dan
menyampaikan pemberitaan soal bencana dengan akurat atau tepat. Hal ini
demi membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi yang tepat dan
tidak menimbulkan masalah bagi korban atau orang lain.
Permintaan
dan harapan itu disampaikan Dadang dalam pertemuan dengan Pemimpin
Redaksi (Pemred) 11 stasiun televisi yang bersiaran nasional di kantor
KPI Pusat, 8 November 2010. Dalam pertemuan yang berlangsung satu jam
lebih tersebut, turut hadir sejumlah anggota Dewan Pers.
Sebelumnya,
menurut Dadang, KPI Pusat sudah mengimbau seluruh stasiun TV agar
menjadikan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS)
sebagai acuan utama dalam menayangkan pemberitaan tentang bencana alam
gunung Merapi dan tsunami Mentawai.
Dalam surat tertanggal 28
Oktober 2010 tersebut, KPI Pusat menyampaikan bahwa berdasarkan
pemantauan langsung, pengaduan masyarakat dan hasil analisa, program
siaran pemberitaan bencana alam pada umumnya kurang mempertimbangkan
proses pemulihan korban, keluarga dan/atau masyarakat yang terkena
bencana alam.
Anggota KPI Pusat lainnya, Yazirwan Uyun
menambahkan, tayangan-tayangan tersebut harus lebih sensitif terutama
bagi anak-anak. “Anak-anak harus dilindungi dari tayangan yang
mengerikan. Selain itu, sering kali tayangan tersebut diulang-ulang,”
jelasnya.
Sementara itu, wakil ketua KPI Pusat, Nina Mutmainnah
mengharapkan agar tayangan soal bencana memperhatikan soal pemulihan
para korban. Selain itu, etika dalam peliputan bencana harus ikut
diperhatikan.
Hal senada juga disampaikan anggota
KPI Pusat, Azimah Soebagyo, bahwa media mempunyai pengaruh yang kuat dan
ditakutkan pengaruh tersebut menjurus ke hal-hal yang negatif.
Menurutnya, penyampaikan informasi soal bencana harus dilakukan dengan
hati-hati karena media massa khususnya media penyiaran punya
karakteristik lain.
Ditempat yang sama, anggota Dewan Pers, Agus Sudibyo juga melontarkan pesan yang sama. Menurutnya, pengaruh pemberitaan media sangat besar pada masyarakat dalam bersikap. Karena itu, pemberitaan atau tayangan soal bencana harus dikemas secara tepat sebelum disampaikan ke masyarakat. “Pemberitaan soal bencana harus bisa meringankan beban para korban dan tentunya meningkatkan solidaritas,” tegasnya. Red/RG