Perlu Partisipasi Mahasiswa Agar Masyarakat Lebih Kritis Terhadap Media

Sebagai salahsatu unsur dari masyarakat yang memiliki intelektualitas tinggi, sudah seharusnya mahasiswa dapat berpartisipasi dalam mengkritisi lembaga penyiaran agar dapat menayangkan siaran televisi yang berkualitas. Hal tersebut diungkapkan Dadang Rahmat Hidayat, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, saat menerima kunjungan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Indonesia (UI), Selasa, 11 Januari 2011.

Pertemuan KPI dengan mahasiswa merupakan salahsatu program literasi media yang akan digiatkan pada tahun ini. Mahasiswa dapat menjadi kepanjangan tangan dari KPI untuk mengawasi siaran televisi di Indonesia. Menurut Wakil Ketua KPI Pusat Nina Mutmainnah, mahasiswa ilmu komunikasi harus lebih sensitif kepada tayangan televisi dan dapat membantu menjelaskan kepada masyarakat tentang tayangan yang layak di televisi.

Dampak televisi kepada masyarakat tidak hanya positif dengan memberikan hiburan dan informasi, tetapi juga dapat memberikan efek negatif. Anak-anak yang terlalu sering  menonton televisi dikhawatirkan akan mengalami distorsi dan dapat terpengaruh budaya yang tidak baik, seperti budaya kekerasan dan konsumtif. Azimah, anggota KPI Pusat yang juga hadir menerima mahasiswa mengatakan kepada mahasiswa bahwa KPI ingin lebih meningkatkan kewenangannya karena industri penyiaran lahir terlebih dahulu dan sudah menjadi raksasa, maka dari itu KPI perlu dukungan dari masyarakat terutama dari mahasiswa.

"Tidak bisa siaran televisi menjadi lebih baik dengan sendirinya tetapi butuh masyarakat yang dapat mengkritisi siaran televisi agar lebih baik lagi," ujar Azimah.

Azimah juga menambahkan, KPI berharap lewat literasi media di kalangan mahasiswa dapat berimbas kepada masyarakat yang lebih kritis terhadap media terutama televisi sehingga dapat mewujudkan siaran televisi yang lebih baik dan lebih jauh lagi dapat membangun karakter budaya yang kuat lewat penyiaran.Red/AN