Pengamat Meramalkan Masa Depan Cerah Untuk 3DTV
Dari hasil laporan terakhir yang dilakukan oleh Giga OM Pro meramalkan popularitas 3DTV akan meningkat. Dari hasil survei yang dilakukan kepada konsumen Amerika Serikat (AS), Giga OM Pro memprediksi beberapa tahun ke depan flat-panel HDTV yang dilengkapi dengan layar untuk menampilkan konten 3D akan mencapai penjualan sebanyak 46 juta pada tahun 2013.
Dari hasil laporan terakhir yang dilakukan oleh Giga OM Pro meramalkan popularitas 3DTV akan meningkat. Dari hasil survei yang dilakukan kepada konsumen Amerika Serikat (AS), Giga OM Pro memprediksi beberapa tahun ke depan flat-panel HDTV yang dilengkapi dengan layar untuk menampilkan konten 3D akan mencapai penjualan sebanyak 46 juta pada tahun 2013.
Menurut Alfred Poor, penulis laporan dan penerbit buku "HDTV Almanac" konsumen di AS dapat mulai membeli 3DTV di pasaran tahun depan dan harus membayar iuran lebih untuk menikmati konten 3D. Walaupun begitu, seiring dengan peningkatan volume dan jumlah pabrik yang memproduksi TV dengan fasilitas 3DTV, harga akan menurun.
Dalam laporan "3DTV Market Analysis: Making the Transtition from Cinema to Living Room," disebutkan bahwa faktor penting yang dapat membuat konsumen menggunakan fasilitas 3DTV adalah harga yang lebih rendah dari 3-D viewing glasses yaitu layar tambahan untuk menyaksikan konten 3-D dan ketersediaannya di toko juga mudah. Pada saat ini volume produksi 3-D viewing glasses masih sedikit sehingga sangat sulit untuk menurunkan harga, volume produksi yang lebih besar di masa depan akan menciptakan kebutuhan yang tinggi terhadap 3-D viewing glasses dan selanjutnya akan menurunkan harga.
"Dengan banyaknya penonton yang memilih menonton film versi 3-D di bioskop, kami mengharapkan seiring dengan waktu berjalan akan semakin banyak penonton TV yang juga ingin melihat film favoritnya dalam versi 3-D di rumahnya," urai Poor.
Laporan dari Giga OM Pro ini terlihat konsisten dengan laporan sebelumnya yang dikeluarkan oleh In-Stat, yang menunjukkan ketertarikan konsumen AS untuk menyaksikan konten 3D di rumahnnya selama alat pendukungnya tidak terlalu mahal.Red/AN sumber: www.broadcastingengineering.com