Pengadilan Eropa akan Putuskan Hak Siar
Seorang penasihat pengadilan tertinggi Eropa mengatakan konsumen bisa mempergunakan dekoder televisi asing untuk menonton sepakbola.
Ini adalah pandangan hukum yang bisa mengubah penjualan hak penyiaran pertandingan Liga Primer Inggris. Di Inggris, warga yang ingin menonton pertandingan sepakbola lewat televisi harus berlangganan saluran sport yang dikelola oleh stasiun televisi Sky dan ESPN.
Pendapat tak mengikat dari Juliane Kokott, seorang penasehat Badan Peradilan Eropa, berpusat pada pertanyaan apakah pemegang hak penyiaran seperti Liga Primer bisa menjual isi siaran mereka berdasarkan negara sehingga nilai hak penyiaran itu bisa dimaksimalkan dari nilai yang diperoleh saat ini.
Para hakim yang akan mengambil keputusan dalam beberapa bulan ke depan biasanya mendukung pandangan penasehat Badan Peradilan Eropa.
"Kesepakatan eksklusif terkait dengan penyiaran pertandingan sepakbola berlawanan dengan Hukum Uni Eropa," ujar Kokott seperti dikutip kantor berita Reuters..
"Hak eksklusif yang dipermasalahkan memiliki dampak mengkotak-kotakkan pasar internal menjadi terpisah dengan pasar nasional, satu hal yang sangat membatasi kebebasan untuk memberi layanan penyiaran."
Tidak merugikan
Dalam beberapa tahun terakhir Liga Primer Inggris mendapat keuntungan dari permintaan luar biasa besar terhadap hak penyiaran dan telah mengambil tindakan pada sejumlah pelanggar yang menyiarkan pertandingan secara langsung dengan mempergunakan dekoder yang diperuntukkan pada stasiun televisi asing.
Namun Kokot mengatakan praktek ini tidak berdampak secara finansial kepada pemegang hak siar. "Tidak ada...tidak ada hak tertentu untuk memungut iuran dalam jumlah berbeda di antara negara anggota," ujarnya.
Pendapat Kokot ini terkait dengan dua kasus, salah satunya melibatkan pemilik bar Inggris Karen Murphy, yang membeli satu dekoder dari Yunani untuk menyiarkan pertandingan Liga Primer di barnya dengan alasan iuran langganan penyiaran sepakbola dari BSkyB terlalu mahal.
Karen Murphy kemudian dituntut oleh satu badan yang mewakili kepentingan 20 klub Liga Primer. Dia mengajukan banding ke Pengadilan Eropa setelah kalah di pengadilan Inggris dengan hukuman membayar denda.
Kasus kedua melibatkan Liga Primer terhadap dua pemasok peralatan satelit negara lain. Badan ini sebelumnya sudah menyelesaikan sejumlah kasus serupa dengan beberapa pemilik bar Inggris di luar pengadilan.
Para pengamat dari Jeffries Research mengatakan kelompok BkyB yang menawarkan layanan siaran televisi berbayar sebagai pemilik hak siaran sebagian besar pertandingan Liga Utama di Inggris, mendapat pemasukan sekitar Pound 200 juta dari bar dan klub kecil.
Mereka memperkirakan keputusan hukum lain akan merugikan perusahaan ini sekitar Pound 60 juga dan Pound 70 juta. "Akan tetapi, melihat peran integral Sky pada hak penyiaran olahraga, kami perkirakan dampaknya akan tidak terasa karena [Liga Primer] akan menawarkan jalan keluar untuk mengurangi kerugian finansial ini," tulis Jefferies Research pada catatan untuk klien. Red/RG dari BBC