Pemberitaan Bencana Yogya Dinilai Berlebihan
Pemberitaan media, khususnya TV mengenai bencana
letusan gunung Merapi di Yogya dinilai berlebihan oleh Jogja Tanggap
Cepat (JTC). JTC organisasi nir laba dibentuk oleh 30 organisasi lokal
untuk membantu pemulihan Yogya pascaletusan Merapi, Selasa, 23 Januari
2010 mendatangi kantor KPI Pusat.
Menurut Eddy Purjanto,
salahsatu perwakilan JTC, pemberitaan media TV seperti bencana kedua
bagi Yogyakarta. Menurut Eddy, pemberitaan secara berlebihan membuat
panik masyarakat Yogya apalagi dihubung-hubungkan dengan mistik.
"Dampaknya lebih hebat dari gempa", ujar Eddy yang juga pengurus
Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI). "Ada sekitar 230.000
mahasiswa di Yogya, 70% kembali ke daerah asalnya, dampaknya ekonomi
Yogya macet.", tambah Eddy.
Banyak pemberitaan mengenai bencana
ini yang tidak akurat sehingga menimbulkan mispersepsi mengenai kondisi
Yogya yang sebenarnya. Indro Suseno, juga dari JTC menyampaikan pimpinan
TV kurang membekali para wartawan dengan pengetahuan mengenai masalah
bencana sehingga banyak sekali penamaan dan istilah yang salah. Ditambah
lagi menurut Indro, tidak sesuai antara gambar dan narasi. Gambar
meletusnya Merapi selalu dimunculkan berulang-ulang sehingga ada kesan
merapi meletus sepanjang waktu. "Misalnya ada narasi dan di pojok gambar
reporter ada tulisan live (langsung) tapi background gambarnya kejadian tiga hari yang lalu", kata Indro mencontohkan.
JTC
meminta stasiun TV mematuhi kode etik yang ada serta berimbang dalam
memberitakan kondisi Yogya. Jangan hanya memberitakan bencana tapi juga
kehidupan normal masyarakat pascabencana.
Dadang
Rahmat Hidayat, Ketua KPI Pusat, menyampaikan, KPI sudah melihat
kecenderungan pemberitaan bencana bermasalah terutama letusan Merapi.
"Kita sudah kumpulkan semua pemimpin redaksi selain soal peliputannya
juga nyawa reporter juga harus diperhatikan, jangan demi ekslusivitas
nyawa wartawan dipertaruhkan", kata Dadang.
Pertemuan ini menurut
Dadang sangat bermanfaat bagi KPI sehingga publik tahu bahwa selama ini
KPI selau bersama sama dengan masyarakat Yogya. Selain Dadang, juga
hadir dari KPI Pusat, Ezki Suyanto, Koordinator Bidang Isi Siaran, dan
Iswandi Syahputra, komisioner bidang perizinan yang berasal dari
Yogyakarta. Sedangkan dari JTC juga hadir Bagus Ardhi MPI, dan Dody
Hapsoro yang didampingi Teguh Arifianto Anggota KPID Yogyakarta.Red/SH