Pemasukan Iklan di Cina Meningkat Sebesar 14,4 persen
Sample ImagePemasukan iklan di Cina pada 2010 diperkirakan akan meningkat sebesar 14,4 persen menyusul pertumbuhan 8,2 persen yang terjadi selama 2009. Perkiraan ini disampaikan dalam studi yang diumumkan Magna Global, anak perusahaan Mediabrands.

 

Pemasukan iklan di Cina pada 2010 diperkirakan akan meningkat sebesar 14,4 persen menyusul pertumbuhan 8,2 persen yang terjadi selama 2009. Perkiraan ini disampaikan dalam studi yang diumumkan Magna Global, anak perusahaan Mediabrands. Ramalan studi ini menunjukkan bahwa peningkatan tersebut terjadi karena perekonomian Cina rebound (kembali membaik) lebih cepat dari perekonomian seluruh dunia selama penurunan ekonomi global. Perekonomian Cina menunjukkan 11,7 persen pertumbuhan untuk kuartal pertama tahun 2010.

Digital adalah sektor yang pertumbuhannya paling cepat dan diperkirakan pertumbuhan software mesin pencari tumbuh 30,9 persen menjadi 1,6 milyar dolar AS. Keluarnya Google dari Cina menjadikan dominasi Baidu di pasar Cina semakin solid. Baidu mencatatkan pertumbuhan 59,6 persen pada kwartal pertama 2010.

Namun bagaimanapun, diperkirakan dalam laporan tersebut bahwa mesin pencari yang diinisiasi pemerintah Cina akan menjadi kompetitor yang lebih mengancam daripada Google. Iklan outdoor seharusnya meningkat 12,7 persen pada 2010 menjadi 8,4 milyar dolar AS khususnya pada penyelenggaraan Shanghai World Expo pada 1 Mei hingga 31 Oktober.

Pertumbuhan di bisnis TV sendiri akan meningkat 12,7 persen pada 2010 menjadi 8,4 milyar dolar AS yang dipicu dari meningkatnya popularitas kanal satelit regional. Namun TV akan menghadapi tekanan yang meningkat dari sumber hiburan online, dan China’s State Administration of Radio, Film, and Television (Sarft), regulator bidang penyiaran Cina, mengumumkan adanya peraturan baru tahun ini yang mengurangi penempatan iklan di program TV dengan membatasi durasi, frekuensi, konten dan klaim produk dalam iklan serta menerapkan beberapa persyaratan pada iklan yang difokuskan pada masyarakat.

Prediksi ini juga mengindikasikan bahwa dengan kebangkitan investasi asing dan kerja, tantangan terbesar Cina tidak hanya seputar pemulihan ekonomi, tetapi mencegah pertumbuhan berlebihan dan spekulasi.Red/SH dari mediaasia