Pelanggan IPTV di Asia-Pasifik Meroket
Basis pelanggan Internet Protocol Television (IPTV) untuk kawasan Asia-Pasifik diperkirakan akan meningkat sebesar 51 persen pada tahun 2009, dengan jumlah pelanggan mendekati 9,4 juta pengguna dan terhitung sebesar 37,6 persen dari total pengguna IPTV secara global.
Basis pelanggan Internet Protocol Television (IPTV) untuk kawasan Asia-Pasifik diperkirakan akan meningkat sebesar 51 persen pada tahun 2009, dengan jumlah pelanggan mendekati 9,4 juta pengguna dan terhitung sebesar 37,6 persen dari total pengguna IPTV secara global.
Menurut analis dari konsultan bisnis Frost & Sullivan, Adeel Najam, kawasan Asia Pasifik mengalami peningkatan jumlah pelanggan IPTV yang pesat. Rata-rata pertumbuhan jumlah pelanggan dari tahun ke tahun mencapai lebih dari 60 persen per tahun dalam tiga tahun terakhir.
Najam memperkirakan Asia-Pasifik akan menjadi pasar IPTV terbesar kedua di dunia pada akhir tahun ini, hanya berselisih sedikit dari Eropa Barat yang merupakan pasar IPTV terdahulu, terhitung 38,3 persen dari total pelanggan IPTV di dunia.
Hasil analisa terbaru dari Frost & Sullivan "Asia-Pasific IPTV Update" menunjukkan bahwa basis pelanggan IPTV di kawasan ini yang meliputi 14 negara Asia-Pasifik termasuk Jepang - akan tumbuh dengan CAGR (Compound Annual Growth Rate) sebesar 24,6 persen per tahun antara tahun 2009 dan 2014, akan membumbung tinggi menjadi 23,5 juta pelanggan pada akhir 2014.
Pada tahun 2008, hanya delapan negara Asia-Pasifik yang menawarkan IPTV secara komersil yaitu China, Korea Selatan, Hong Kong, Taiwan, Jepang, Thailand, Singapura, India dengan jumlah pelanggan sebanyak 6,27 juta, sementara Vietnam meluncurkan layanan IPTV pada akhir tahun 2009. Setelah mengalami penundaan beberapa kali, Malaysia, Indonesia, Australia dan New Zealand diperkirakan akan meluncurkan layanan IPTV dalam waktu setahun ke depan, sementara Filipina akan menyusul pada tahun 2011.Red/AN