Para demonstran bersenjata menyerbu kantor stasiun televisi Karakas karena stasiun  itu diduga mengecam pemerintah Hugo Chavez, kata salah seorang manager saluran itu.

Para demonstran bersenjata menyerbu kantor stasiun televisi Karakas karena stasiun  itu diduga mengecam pemerintah Hugo Chavez, kata salah seorang manager saluran itu.

Maria Fernanda Flores dari Globovision mengatakan, sekitar 30 orang tiba di kantor cabang stasiun itu dengan mobil dan menodongkan senjata ke arah petugas keamanan, untuk kemudian menerobos ke dalam gedung, dimana mereka mengaktifkan peralatan gas airmata.

Seorang petugas polisi kotrapraja, yang bertugas mengawal gedung itu,  serta beberapa pengawal pribadi terluka saat penyerbuan itu, lapor stasiun tersebut. Pemerintah AS dalam pada itu menyatakan keprihatinannya atas penutupan sejumlah kantor berita oleh pemerintah Venezuela, yang merupakan ancaman bagi kebebasan umum untuk mengeluarkan pendapat, kata seorang pejabat AS, Senin (3/8).

Dibekukan

Tiga puluh dua stasiun radio dan dua stasiun televisi dibekukan penyiarannya di Venezuela tak lama setelah  Chavez menyatakan media   tersebut telah menyalahgunakan kebebasan penyiaran mereka.
"Kami sangat prihatin dengan tindakan pemerintah Venezuela yang menutup kantor media tersebut," kata pejabat AS yang meminta namanya tidak disebutkan itu.

"Kami terus memantau perkembangan terakhir pembekuan tersebut dan akan menyampaikan tanggapan kami," kata pejabat tersebut kepada AFP, tanpa mengatakan apakah pejabat AS akan membawa kasus tersebut kepada Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) serta lembaga terkait lainnya.

Pejabat tersebut mengatakan dalam pertemuan tertutup bersama jaringan televisi Venezuela, Globovision pada 8 Juli lalu, Menlu AS Clinton menegaskan dukungan kebebasan menyampaikan pendapat di seluruh negara-negara Amerika sebagai elemen dasar bagi demokrasi.

Pada 12 Juni lalu, AS mendesak pemerintah nasional dan daerah Venezuela untuk menghentikan intimidasi terhadap media pemberitaan dan mengambil tindakan untuk menegakkan kebebasan jurnalistik sebagaimana termaktub dalam Piagam Demokrasi Antar Negara-negara Amerika. Red/ST dari Harian Analisa