Pakaian Presenter Wanita Banyak Dikeluhkan Pemirsa
Cara berpakaian presenter perempuan pada berbagai tayangan televisi, seperti infotainment dan kuis sepak bola paling banyak dikeluhkan masyarakat.
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat (Jabar) yang menerima berbagai pengaduan soal isi tayangan televisi dari masyarakat menyatakan aduan itu umumnya berisi keberatan publik soal pornografi.
Koordinator Bidang Isi Siaran KPID Jabar Nursyawal menjelaskan, masalah pornografi berkaitan dengan nilai susila masyarakat. Di Jabar sangat banyak pengaduan tentang pornografi karena adanya perbedaan pemahaman nilai-nilai masyarakat terhadap kesopanan dan kesusilaan dengan daerah lain.
“Pengaduan paling banyak adalah pakaian perempuan. Misalnya cara berpakai presenter infotainment, presenter kuis sepak bola, pemeran sinetron, sampai iklan sabun mandi. Menurut publik, cara berpakaian para presenter tersebut telah melanggar norma di masyarakat,” kata Nursyawal yang akrab disapa Al saat dihubungi INILAH.COM, Kamis (24/2/2011).
Menurut Al, KPID Jabar menindaklanjutinya dengan pengaturan jam tayang acara-acara yang kerap dikeluhkan publik. Pasalnya, KPID tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penyidikan pelanggaran pidana pornografi.
“Kami tidak terlalu banyak mengatur masalah pornografi karena delik aduan pidana. Artinya, masalah pornografi itu tugas polisi. Kami berharap polisi yang seharusnya menindaklanjuti kalau ada yang lapor,” tegasnya.
Al mengatakan, KPID Jabar akan melakukan revisi lagi soal Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) pada tahun ini. Pasalnya, KPID menganggap terlalu banyak duplikasi aturan, sementara ada undang-undang yang semestinya menjadi pijakan penegakannya.
“Untuk masalah pornografi, kami bukan penyidik. Serahkan saja ke polisi untuk menegakan undang-undang pornografi. Sekarang tinggal masyarakat mau tidak melapor ke polisi. Bisa kok, Ariel saja bisa dijerat aturan itu,” ungkapnya. Red/RG dari IC