National Broadband Plan: FCC tetapkan 2015 sebagai Batas Akhir
Sample ImageBatas waktu akhir National Broadband Plan sudah jelas, Federal Communication Commission (FCC) AS telah mengeluarkan rencana kerja bagi lembaga penyiaran untuk menyisihkan spektrum sebanyak 120 MHz. Jumlah ini sekitar sepertiga dari alokasi frekuensi bagi lembaga penyiaran saat ini yaitu 290 MHz yang juga sudah berkurang sebanyak 108 MHz karena sudah digunakan untuk transisi Digital Television (DTV) ketika kanal 52-69 diambilalih.


Batas waktu akhir National Broadband Plan sudah jelas, Federal Communication Commission (FCC) AS telah mengeluarkan rencana kerja bagi lembaga penyiaran untuk menyisihkan spektrum sebanyak 120 MHz. Jumlah ini sekitar sepertiga dari alokasi frekuensi bagi lembaga penyiaran saat ini yaitu 290 MHz yang juga sudah berkurang sebanyak 108 MHz karena sudah digunakan untuk transisi Digital Television (DTV) ketika kanal 52-69 diambilalih.

FCC menginginkan reklamasi frekuensi dilaksanakan tahun depan. Kemudian melaksanakan lelang frekuensi pada 2012-2013 serta membersihkan kanal tersebut pada 2015. FCC juga merencanakan untuk membebaskan frekuensi sebanyak 36 MHz dengan menata ulang kanal. Lembaga Penyiaran tidak memiliki pilihan lain kecuali pindah dari kanal 46-51 ke kanal 45 hingga ke bawah sebagaimana alokasi baru dalam paket realokasi FCC.

Proposal ini, di mana lembaga penyiaran mendapatkan kompensasi karena kepindahannya, merupakan bagian dari rencana lima tahun yang dijabarkan dalam program Connect America: The National Broadband Plan yang dijelaskan FCC kepada Kongres AS pada Kamis (16/3) minggu lalu.

Lembaga penyiaran akan didorong untuk menyerahkan sebagian besar spektrum frekuensinya sebanyak 120 MHz untuk mencapai target  300MHz. Sedangkan di tingkat kedua, layanan satelit harus menyisihkan sebanyak 90 MHz.

Walaupun kebutuhan sepktrum pitalebar akan lebih banyak digunakan di perkotaan, namun FCC juga akan menyediakan alokasi secara nasional untuk mempermurah struktur biaya.

Anggota Kongres, Rick Boucher (D-Va), yang juga anggota sub komisi komunikasi kongres dua minggu lalu menyatakan bahwa FCC seharusnya tidak mengumumkan dari siapa spektrum frekuensi yang akan diambil sebelum melakukan inventarisasi spektrum yang menurut Boucher memerlukan waktu hingga 4 tahun.
 
Namun, rekomendasi FCC kepada Kongres menyebutkan bahwa pertumbuhan krisis frekuensi merupakan persoalan yang harus diselesaikan sesegera mungkin. "Jika AS tidak menangani masalah ini secara tepat, kelangkaan spektrum pitalebar bergerak dapat mengakibatkan harga yang tinggi, kualitas layanan yang buruk dan ketidakmampuan AS untuk berkompetisi secara internasional yang pada akhirnya menyebabkan kebuntuan inovasi", jelas FCC dalam laporannya.Red/SH dari Broacastingandcable.com