MUI: Tayangan Adzan Jangan Disusupi Iklan
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau agar tayangan adzan di televisi haruslah bersih dan bebas dari iklan. Ini menyusul adanya satu tayangan adzan yang disisipi iklan mobil Daihatsu.
"Adzan janganlah ditumpangi oleh komersialisasi berupa iklan, dan harus bersih," kata Sekretaris Jendral (Sekjen) MUI Jakarta, Syamsul Ma'arif pada salah satu media online, Rabu, 3 Agustus 2011.
Tak hanya pada penayangan adzan Magrib, Syamsul pun menilai, selama ini kegiatan-kegiatan keagamaan yang ditayangkan di televisi masih banyak yang mementingkan sesi komersialisasi dan bukan isinya. "Saat ini saya menilai, kegiatan keagamaan lebih banyak didominiasi segi komersial dibandingkan maknanya," kata Syamsul.
Dia pun sependapat dengan anggota Komisi I DPR RI, Roy Suryo yang menganggap merek dan logo Daihatsu sengaja disusupkan sebagai promosi gelap dan meminta KPI memberikan teguran. "Teguran memang perlu dilakukan sehingga untuk acara penayangan kegiatan keagamaan murni dan bersih sebagai media dakwa," kata Syamsul.
Seperti diberitakan, tayangan adzan Magrib di salah satu televisi yang menampilkan merek dan logo pabrikan otomotif Daihatsu. Merek dan logo itu terlihat jelas saat lantunan 'hayya alasshala' diperdengarkan.
Adegan tayangan memperlihatkan empat orang sedang berbincang dengan latar belakang front office perusahaan Daihatsu. Sejurus kemudian logo Daihatsu disorot close up sehingga jelas terlihat.
Anggota Pokja Penyiaran Komisi I DPR Roy Suryo menilai tayangan adzan berbau komersil itu tidak etis. Bahkan dia menilai merek dan logo Daihatsu sengaja disusupkan sebagai promosi gelap. "Selayaknya KPI memberikan teguran karena tayangan adzan harus murni dari komersialisasli, ini soal etika keumatan," tergasnya. (Red/Inilah.com)