Metro TV Penuhi Undangan KPI Pusat
Tren pengaduan masyarakat soal pemberitaan di televisi ke KPI Pusat akhir-akhir ini, mengalami kenaikan cukup siginifikan. Terutama berkaitan dengan netralitas atau keberimbangan isi pemberitaan dari stasiun televisi. “KPI mempunyai mempunyai kewajiban untuk meneruskan pengaduan masyarakat,” ujar Dadang Rahmat Hidayat, Ketua KPI Pusat dalam pertemuan dengan Metro TV, Senin 7 Februari 2011.
Kehadiran Metro TV yang diwakili oleh Suryopratomo, Direktur Pemberitaan dan Henny Puspitasari, Manager PR dan Publicity Metro TV, merupakan pertemuan tertunda yang seharusnya dilakukan 20 Januari. Metro TV merupakan salah TV yang diadukan masyarakat dalam soal netralitas dan independensi dari pemberitaan Metro TV seperti tayangan Nasional Demokrat (Nasdem), Liga Primer Indenesia (LPI), kasus Gayus plus mafia pajak yang pada akhirnya ikut menyeret-nyeret tokoh politik dari salah satu partai besar.
Ezki Suyanto, anggota KPI Pusat yang juga koordinator bidang isi siaran menyatakan, jika pertemuan ini bukan bentuk intervensi KPI terkait isi pemberitaan. KPI tidak bisa dan tidak akan melakukan intervensi soal berita. Menurutnya, pers harus bebas namun dengan catatan memperhatikan aspek legalitas dan peraturan yang berlaku.
“Kita berharap begitu besar pada Metro TV untuk menjadi stasiun televisi yang independen dan berpihak kepada kepentingan publik,” tegas Ezki yang turut diamini wakil ketua KPI Pusat, Nina Mutmainnah.
Sementara itu,anggota KPID Jawa Barat (Jabar), Nursyawal mengingatkan, pentingnya lembaga penyiaran menjaga netralitas isi siarannya. Pasalnya, kewajiban tersebut diminta UU No.32 tahun 2002 tentang Penyiaran dan KPI ditunjuk sebagai penjaganya. “Apa memang ada pengaruh pemilik dalam operasional produksi?” tanya Nursyawal.
Suryopratomo menyatakan tidak pernah ada intervensi dari pemilik. Tomy,panggilan akrab Suryopratomo menambahkan, tidak ada permintaan terhadap siapapun termasuk dirinya untuk menjalankan operasional redaksi sesuai keinginan pemilik. Tomy menegaskan pemberitaan yang mengkritisi sejumlah pihak termasuk pemerintah bukan permintaan pemilik. Menurutnya, apa yang ditayangkan merupakan bentuk idealisasi serta independensi dari meja redaksi.
Persoalan Nasdem, menurut Suryopratomo bukanlah bagian dari kampanye dari pihak pemilik. Nasdem bukanlah partai politik melainkan organisasi kemasyarakatan yang patut mendapatkan tempat. Dan, Metro TV menilai penempatan Nasdem dalam ruang siarnya sebagai satu cara membangun dan menopang pilar-pilar demokrasi.
Perkara LPI, pihaknya merasa tidak berat sebelah menginformasikan keberadaan kompetisi sepakbola ini. Menurut Tomy, panggilan akrab Suryopratomo, Metro TV juga menyisakan tempat bagi kompetisi lain selain LPI. Dan, hal ini tidak ada kaitannya dengan kepentingan politik apapun. “Soal pemberitaan Gayus, kebijakannya sesuai dengan fakta yang ada. Kami mendapatkan tayangan keterangan Gayus,” ungkap Tomy. Mantan Pemimpin Redaksi sebuah media nasional ini menyatakan terkadang dalam pembuatan berita terbawa oleh arus besar dari tren yang sedang berjalan saat ini. Karena itu, memang harus ada yang mengingatkannya.
Menanggapi keterangan Tomy maka Ezki Suyanto memberikan usul, sebaiknya Metro TV menayangkan tokoh-tokoh lain dari Nasdem untuk menghilang persepsi dan bias masyarakat. “Ini bisa menghilangkan perasaan sinis dari pihak lain dengan hanya satu tokoh saja yang ditampilkan,” pintanya.
Diakhir pertemuan, Dadang menyampaikan jika persepsi publik terhadap satu tayangan tidak bisa disalahkan. Penglihatan dan pendapat masyarakat harus jadi kajian untuk mencari jalan bagaimana caranya agar mereka percaya bahwa tayangan yang disampaikan ke mereka tidak dibumbui kepentingan pemilik. “Kita punya harapan besar kalau semua lembaga penyiaran itu memiliki kemanfaatan bagi masyarakat banyak,” ungkapnya.
Nina Mutmainnah sesaat sebelum pertemuan ditutup minta agar Metro TV memperhatikan semua masukan dari masyarakat. Suryopratomo mewakili Metro menyampaikan hal ini menjadi masukan baik bagi pihaknya. “Kami sangat menghormati keberadaan KPI. Kita tidak kebal dari kritikan,” katanya. Red/RG