ToT Literasi Media: Masyarakat Harus Cerdas Sikapi Informasi

altDenpasar - Masyarakat memerlukan kecerdasan informasi sebagai salah satu prasyarat menjadi masyarakat informasi dan terbuka. Jika masyarakat cerdas, mereka tidak menjadi mainan teknologi dan berbagai kepentingan. Hal itu disampaikan Ketua KPI Pusat, Dadang Rahmat Hidayat, dalam sesi pertama training of trainer (ToT) literasi media KPI di Hotel Dhyana Pura, Bali, Rabu malam, 13 Juli 2011.

“Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa euforia dalam penggunaan media komunikasi dan informasi ternyata telah mengakibatkan perubahan mendasar dalam masyarakat Indonesia baik sebagai pengguna media, sebagai produsen dan pelaku media itu sendiri,” kata Dadang terkait pengaruh media bagi masyarakat.

Dadang juga berpendapat bahwa pertumbuhan media yang sangat pesat belum mewakili aspirasi masyarakat. Bahkan, masyarakat hanya dimanfaatkan sebagai pasar. “Untuk itu, pendidikan media dapat membantu masyarakat memahami dari mana datangnya informasi, siapa yang berkepentingan di sana dan bagaimana menemukan pandangan alternatifnya,” jelasnya.

Pengaruh media khususnya televisi juga disampaikan Ketua KPID Maluku, Freddy Melmambessy. Hasil penelitian yang  dilakukan mahasiswa salah satu pergurunan tinggi di Ambon menyatakan masyarakat di daerahnya terbiasa menonton sinetron akibat gencarnya provokasi dari media bersangkutan melalui promo-promo acara. “Saking seringnya disiarkan, pada akhirnya membuat mereka jadi terpengaruh dan ikutan menonton,” paparnya.

Sementara itu, Ketua KPID Sulawesi Tengah, Peter Barnabas, memandang bahwa ratinglah yang menyebabkan perubahan dalam masyarakat. Pasalnya, rating menjadi patokan setiap lembaga penyiaran khususnya televisi dalam pembuatan program siaran. (Red/RG)