Mahasiswa Punya Peran Penting Memajukan Penyiaran Indonesia
Lembaga penyiaran menggunakan frekuensi yang merupakan ranah publik dan
milik publik yang dikelola negara. Maka penggunaannya harus
sebesar-besarnya untuk kemanfaatan bagi rakyat atau publik. Hal itu
diungkapkan Ketua KPI Pusat, Dadang Rahmat Hidayat, ketika memberikan
penjelasan tentang kelembagaan KPI kepada rombongan mahasiswa
Universitas Merdeka Malang, Rabu, 1 Desember 2010.
Karena itu,
lanjut Dadang, sudah sepatutnya lembaga penyiaran memberikan yang
terbaik bagi publik melalui siaran-siaran yang bermutu dan tentunya
baik. “Keberadaan KPI juga fungsinya menjadikan isi siaran yang benar
dan layak,” jelas Dadang.
Sebelumnya, Dadang sempat bertanya
kepada mahasiswa soal apakah siaran yang diterima mereka sudah di rasa
baik. Pertanyaan tersebut dijawab tegas mahasiswa, belum. Selain itu,
Dadang mengarahkan kalau mahasiswa bisa menjadi media watch dan dapat
melakukan aduan jika ada indikasi pelanggaran pada program siaran yang
di ikuti atau di tonton.
Di tempat yang sama, mendampingi Ketua
KPI Pusat, anggota KPI Pusat, Idy Muzayyad menyampaikan, kebebasan pers
bukanlah kebebasan yang tanpa batas. Selain itu, isu-isu menyangkut
kebebasan pers adalah untuk keuntungan masyarakat. “Kadang pers atau
media menganggap kebebasan pers adalah menyiarkan apa saja. Media tetap
memiliki batasan. Dalam konteks penyiaran, KPI yang menentukan
batasan-batasannya dengan P3 dan SPS,” jelasnya.
Tidak semua
informasi itu layak dan benar, bahkan dalam konteks penyiaran informasi
yang benar belum tentu layak untuk disiarkan. “Contohnya, seperti kasus
kecelakaan yang menyorot korban tewas,. Dan, tidak semua hiburan itu
sehat, sering dalam acara hiburan keluar kata-kata makian yang tidak
sehat,” lanjut komisioner KPI Pusat bidang Kelembagaan ini.
Idy
juga menegaskan kalau KPI bukanlah lembaga sensorship, namun KPI
mendorong setiap lembaga penyiaran memiliki dan melakukan sensor
internal setiap program sebelum tayang untuk menghindari atau setidaknya
meminimalisir adanya pelanggaran pada aturan penyiaran. Ini dijelaskan
Idy terkait pertanyaan mengenai peranan KPI.
Di akhir acara,
Ketua KPI Pusat mengharapkan, rombongan mahasiswa dari kota Malang dapat
memperoleh manfaat dari kunjungannya ke KPI Pusat. Selain itu, Dadang
berpesan, KPI sangat butuh dorongan, kritikan, masukan dan aduan dari
mahasiswa, sehingga KPI dapat membangun dan menata penyiaran yang sehat
dan kuat. Red/RG dan AN