MA AS Izinkan Lebih Banyak Iklan Politik
Presiden National Association of Broascaster (NAB) AS, Gordon Smith menganggap keputusan Mahkamah Agung (MA) AS yang mengizinkan perusahaan dan organisasi untuk lebih banyak membiayai spot iklan politik positif bagi kemerdekaan berbicara (freedom of speech). Hal ini diungkapkan Gordon ketika diwawancarai terkait program reformasi kampanye senator AS.
Presiden National Association of Broascaster (NAB) AS, Gordon Smith menganggap keputusan Mahkamah Agung (MA) AS yang mengizinkan perusahaan dan organisasi untuk lebih banyak membiayai spot iklan politik positif bagi kemerdekaan berbicara (freedom of speech). Hal ini diungkapkan Gordon ketika diwawancarai terkait program reformasi kampanye senator AS.
"Lembaga penyiaran sudah menghabiskan biaya banyak untuk produksi konten, masyarakat AS juga sangat tergantung dengan TV dan radio, pada akhirnya saya berharap hal ini akan memicu lebih banyak iklan politik (untuk TV dan radio - ed/penj)," ungkap Gordon. Gordon juga mengatakan, bagian terbaik dari keputusan ini adalah "keterbukaan penuh" sehingga rakyat AS dapat melihat "siapa (mendukung - ed/penj) siapa dan mengapa (dia didukung - ed/penj). Sedangkan bagi lembaga penyiaran, ini akan menolong, di saat iklan sedang menurun, mungkin iklan politik akan meningkat.
"Lembaga penyiaran sudah menghabiskan biaya banyak untuk produksi konten, masyarakat AS juga sangat tergantung dengan TV dan radio, pada akhirnya saya berharap hal ini akan memicu lebih banyak iklan politik (untuk TV dan radio - ed/penj)," ungkap Gordon. Gordon juga mengatakan, bagian terbaik dari keputusan ini adalah "keterbukaan penuh" sehingga rakyat AS dapat melihat "siapa (mendukung - ed/penj) siapa dan mengapa (dia didukung - ed/penj). Sedangkan bagi lembaga penyiaran, ini akan menolong, di saat iklan sedang menurun, mungkin iklan politik akan meningkat.
efisiensi frekuensi
Isu lain yang dibahas Smith adalah mengenai pengaturan spektrum frekuensi yang sedang dilakukan Federal Communication Commission (FCC) AS. Seperti diberitakan sebelumnya, FCC sedang mengatur ulang penggunaan spektrum frekuensi karena makin minimnya ketersediaan frekuensi. Terkait hal ini gordon minta kepada FCC agar alokasi spektrum TV Digital tidak dikurangi dengan alasan digital divide. Gordon berargumen bahwa saat ini lembaga penyiaran di AS telah menggunakan spektrum frekuensi secara efisien. Dia juga menyatakan tidak yakin kalau lembaga penyiaran sanggup untuk berbagi penggunaan spektrum karena persoalan kompabilitas teknologi penyiaran.Red/SH disarikan dari www.broadcastingcable.com