LSM Rumah Peradaban Minta KPI Perjuangkan Hak Publik
Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) diminta untuk terus berjuang membela hak-hak atau kepentingan publik. Permintaan tersebut disampaikan LSM Rumah Peradaban kepada Anggota KPI Pusat, Dadang Rahmat Hidayat dan Nina Mutmainnah, di kantor KPI Pusat, Kamis, 1 Maret 2012.
“Mari kita bersama-sama berjuang dan kami akan menjadi mitra. Kita berjuang untuk generasi Indonesia yang lebih baik. TV adalah salah satu media yang bisa mencerdaskan bangsa. Kita bisa bekerjasama membangun Indonesia yang lebih baik dan punya tayangan yang berkualitas. Ini ada dukungan dari kami, memang belum banyak, 5600 dukungan,” tutur Nila K, koordinator dari LSM Rumah Peradaban.
Selain meminta KPI untuk terus berjuang, LSM yang bergerak di bidang sosial, lingkungan hidup, ekonomi dan pendidikan ini, menyampaikan berbagai keluhan mengenai tayangan televisi. Menurut Nila, hampir semua muatan televisi kurang aman dan tidak edukutif khususnya bagi anak. Padahal, televisi dibutuhkan publik sebagai alat untuk mengedukasi dan penyampai informasi bagi mereka.
“Siaran televisi ini kan menggunakan ranah publik, harusnya siarannya baik untuk publik. Seharusnya televisi menyalurkan hal-hal baru dan baik, tapi kok malah jadi kebablasan,” keluh Nila yang mengatasnamakan perwakilan orang tua sekaligus anak muda.
Keluhan yang sama juga disampaikan Nia, anggota dari Yayasan Kita dan Buah Hati. Pihaknya, kata Nia, sering bertemu dengan anak-anak dan kebanyakan dari anak-anak tersebut sudah ada yang terkontaminasi pornografi dan itu sebagian besar melalui televisi. “Terakhir tayangan iklan Torpedo dan XL. Bisa tidak iklan seperti XL tidak pakai pelukan,” sahutnya.
Sementara itu, Dadang Rahmat Hidayat, Anggota KPI Pusat bidang Isi Siaran, menyambut baik dukungan dan tawaran kerjasama dari LSM Rumah Perbadaban. Menurutnya, dukungan dan kerjasama ini sangat bermanfaat bagi KPI dalam menjalankan pekerjaannya.
“Saya selalu bersemangat kalau ada dukungan dari masyarakat seperti ini. Mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kami. Untuk sekarang, gerakan dukungan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami akan semaksimal mungkin menyehatkan media. Kami mohon maaf jika kami belum maksimal melakukan tugas kami. Kritik kami untuk lebih baik serta mendorong dan memperkuat KPI,” pinta Dadang yang langsung diamini Nina Mutmainnah, Anggota KPI Pusat bidang Isi Siaran lainnya.
Menurut Nina, KPI memang sangat membutuhkan dukungan dan bantuan publik. Saat ini, jelas Nina, pihaknya sudah melakukan pemantauan 100%. “Tapi, kami tetap membutuhkan pengaduan dari publik. Nanti pengaduan itu akan kami berikan ke lembaga penyiaran,” katanya di depan belasan orang perwakilan dari LSM Rumah Peradaban. Red/RG