Kritis Harus Didukung Data Akurat dan Benar
Jakarta - Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Dadang Rahmat Hidayat bersama anggota KPI Pusat Bidang Infrastruktur dan Perizinan, Iswandi Syahputra menerima kedatangan Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Fakultas Dakwah jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Rabu, 5 Oktober 2011 di kantor KPI Pusat. Dalam sambutannya, Dadang Rahmat Hidayat mengatakan kritis dalam suatu program televisi adalah baik tetapi kritis harus yang benar dan didukung data yang akurat.
Selain kritis yang harus didukung data yang akurat dan benar, Dadang juga menjelaskan kepada mahasiswa UIN Sunan Kalijaga bahwa informasi yang disampaikan kepada publik melalui televisi atau radio harus memenuhi kelayakan. "Bukan tidak boleh informasi disampaikan kepada publik tetapi apakah informasi itu layak bagi publik atau tidak," jelas Dadang.
Iswandi Syahputra turut menjelaskan kepada mahasiswa bahwa kebebasan pers bukan lagi hanya "freedom from" tetapi juga harus memenuhi "freedom for" artinya kebebasan pers adalah kebebasan yang harus mendatangkan manfaat bagi publik.
Di akhir sambutannya dengan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Dadang mengharapkan mahasiswa ikut serta proaktif dalam memantau acara televisi dan khususnya bagi mahasiswa jurusan komunikasi harus dapat memberikan kritik yang tepat.(Red/AN)