KPI Siapkan Program Literasi Media Berbasis Sekolah
Jakarta – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kini tengah menyiapkan program Literasi Media Sekolah Berbasis Sekolah. Bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, program yang akan diterapkan tahun 2012 ini, rencananya akan mengajak masyarakat agar lebih siap dalam menghadapi era digitalisasi penyiaran.
“Program ini merupakan upaya KPI menghadapi era digitalisasi untuk mempersiapkan masyarakat agar lebih peduli dan kritis terhadap isi siaran," jelas Azimah Subagijo, Anggota KPI Pusat Bidang Kelembagaan pada saat menerima mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Hasanuddin, Makassar, Rabu (22/06/2011) di kantor KPI Pusat.
Menurut Azimah, masyarakat harus segera dipersiapkan untuk menghadapi era digitalisasi. Gempuran teknologi digital, kata Azimah, akan membawa keuntungan sekaligus kerugian. “Pilihan konten program lebih banyak dan kualitas gambar lebih baik. Tetapi akan semakin banyak konten yang melanggar peraturan,” papar Azimah.
Dengan dilakukannya sosialisasi literasi media melalui sekolah, akan
tercipta budaya baru di masyarakat yaitu menjadi khalayak media yang
cerdas dan kritis -- Azimah Subagijo{/xtypo_quote_left}Berkaitan dengan masalah tersebut, KPI berupaya untuk membuat masyarakat lebih siap dalam menghadapi era digitalisasi penyiaran. “Masyarakat yang sudah sadar media akan dapat memilah dan memilih isi program siaran yang baik. Setelah itu, masyarakat dapat berperan aktif memantau program siaran baik televisi dan radio,” jelas Azimah.
Selain itu, kata Azimah, sekolah merupakan agen sosialisasi yang efektif untuk membentuk dan mengubah perilaku, kebiasaan hingga pembentukan karakter masyarakat, ke arah yang lebih baik. "Dengan dilakukannya sosialisasi literasi media melalui sekolah, akan tercipta budaya baru di masyarakat yaitu menjadi khalayak media yang cerdas dan kritis," jelasnya.
Azimah menambahkan, KPI hingga kini telah merancang modul literasi media berbasis sekolah untuk tingkat Sekolah Dasar. “Nantinya, akan dikembangkan lagi sampai tingkat Sekolah Menengah Atas,” pungkas Azimah. (Red/AN)