Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat mengimbau stasiun TVOne agar memperhatikan sensitivitas keberagaman norma kesopanan dan kesusilaan yang dianut oleh masyarakat dalam program siaran iklan layanan masyarakat Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi DKI Jakarta yang berjudul "Menatap Kehidupan Setelah HIV dan AIDS".

Menurut hasil pemantauan dan analisis KPI Pusat, program siaran yang tayang di stasiun TV One pada 13 November 2010 mulai pukul 23.00 WIB itu tidak memperhatikan sensitivitas keberagaman norma tersebut.

Dalam program tersebut digambarkan anak muda yang berada di dalam lokasi klub malam, adanya seseorang lelaki sebagai germo, dan wawancara dengan seorang wanita tuna susila yang menggunakan kondom sebelum berhubungan dengan pelanggan. Penggambaran tersebut  dapat menimbulkan interpretasi di masyarakat sebagai promosi terhadap seks bebas.

KPI Pusat memahami tujuan dari iklan layanan masyarakat itu adalah baik, yaitu untuk mendidik masyarakat terhadap bahaya penyakit HIV AIDS, namun keberagaman norma dalam masyarakat dapat menimbulkan interpretasi yang berbeda-beda.

Jika TVOne ingin melakukan tayangan ulang (re-run), KPI mengimbau agar mempertimbangkan kembali program tersebut atau melakukan sensor internal terlebih dahulu terhadap beberapa segmen yang dapat menimbulkan multitafsir di masyarakat.Red/AN