KPI Dukung Keberadaan Lembaga Penyiaran Di Wilayah Blankspot

altEnde - Wakil Ketua KPI Pusat, Nina Mutmainnah berharap, kehadiran lembaga penyiaran di kawasan minim informasi bisa bermanfaat dan punya dampak baik bagi masyarakat setempat. KPI mendukung keberadaan lembaga penyiaran di daerah-daerah yang tidak terjangkau siaran nasional tersebut. Hal itu disampaikannya ketika menghadiri acara Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) dua lembaga penyiaran komunitas di Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), akhir bulan lalu, 30 November 2011.

“Saya berkeyakinan jika masyarakat di sini memang membutuhkan lembaga penyiaran. Karena itu, kami sangat respek dan menganggap penting diselenggarakannya proses EDP ini. Kami harap apa yang diinginkan masyarakat setempat yakni memiliki lembaga penyiaran bisa tercapai,” kata Nina di ruangan Aula STM Negeri I Ende.

Dalam kesempatan itu, Nina juga berharap, radio komunitas yang ada disini hadir dari komunitasnya dan bermanfaat bagi komunitasnya. “Tolong yakinkan kami tentang kelayakan bagi lembaga penyiaran ibu bapak. Kami berharap bahwa visi misi yang ada di proposal tidak hanya tertulis saja, tapi juga bermanfaat bagi publik terutama komunitas ibu bapak,” jelasnya kepada peserta EDP.

Sementara, Ketua KPID NTT, Mutiara, meminta kepada salah satu radio komunitas untuk menjelaskan program acara radio komunitasnya. “Kita perlu tahu asal usul dari dogengnya, jadi bukan mitos. Selain itu, kalau segmennya anak, pendekatannya harus untuk anak-anak, jadi harus spesifik,” tegasnya.

Diakhir acara, Mutiara menjelaskan mengenai tata cara perizinan dan waktu prosesnya. “Secara teori proses ini bisa selesai satu tahun lebih, tapi kenyataannya lebih dari dua tahun,” katanya. Red