KPI Akan Genjot Program Kegiatan Literasi Media di 2011
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berencana akan lebih menggiatkan
program literasi media dan menjadikannya sebagai rencana penting ke
depan. Ini dalam upaya membentuk masyarakat yang cerdas dan kritis
bermedia. Hal itu diungkapkan Nina Mutmainnah, wakil ketua KPI Pusat,
ketika menjadi salah satu pembicara dalam Konferensi Literasi Media
kerjasama Fikom Universitas Islam Indonesia (UII) dan Rumah Sinema
Yogya, di Gedung M.M, Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, 4-6
Januari 2011.
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berencana akan lebih menggiatkan program literasi media dan menjadikannya sebagai rencana penting ke depan. Ini dalam upaya membentuk masyarakat yang cerdas dan kritis bermedia. Hal itu diungkapkan Nina Mutmainnah, wakil ketua KPI Pusat, ketika menjadi salah satu pembicara dalam Konferensi Literasi Media kerjasama Fikom Universitas Islam Indonesia (UII) dan Rumah Sinema Yogya, di Gedung M.M, Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, 4-6 Januari 2011.
Nina menceritakan jika program kegiatan literasi media sudah dirancang pada saat KPI periode pertama dan pelaksanaannya dimulai saat periode KPI berikutnya. “Selama ini, kegiatan literasi media lebih bermuara dalam bentuk seminar yang diberikan kepada remaja dan mahasiswa. Periode selanjutnya, kita akan lebih mengembangkan kegiatan ini, ” jelasnya.
Selain itu, lanjut Nina, kegiatan literasi media ke depan akan melibatkan pemerintah, kampus, LSM, dan lembaga-lembaga kemasyarakatan untuk diajak bekerjasama. Satu hal yang menjadi perhatian lembaganya (KPI) adalah menjadikan literasi media menjadi bagian dari pendidikan di sekolah. Dan untuk itu, KPI sudah mulai merintis MoU (Memorandum of Understanding) atau nota kesepahaman dengan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas).
Langkah KPI untuk memasukkan literasi media dalam mata pelajaran di sekolah telah mendapatkan lampu hijau dari wakil menteri Kemendiknas, Fasli Djalal, ketika menjadi salahsatu narasumber Dialog Publik yang diselenggarakan KPI Pusat, akhir bulan Desember tahun lalu.
Dalam kesempatan yang sama, salah satu penyaji di acara Konferensi Literasi Media dari PR2Media, Puji Riyanto, menyebutkan soal pentingnya KPI melaksanakan program literasi media bagi profesional yang bekerja di media.
Menanggapi usulan itu, Nina mengatakan konsep literasi media bagi profesional media sama persis dengan program kegiatan KPI yakni peningkatan profesionalisme SDM (Sumber Daya Manusia) penyiaran. “Program ini pun akan dilaksanakan secara intensif mulai 2011 dengan memberikan pelatihan bagi para SDM penyiaran,” tegasnya.
Disela-sela penyajiannya, Nina menyampaikan jika kegiatan literasi media selama ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman terhadap isi siaran yang bermasalah dan tidak. Program kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan oleh KPI Pusat, tapi juga Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah. Red/RG