(Jakarta) - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menghargai jalan yang ditempuh Bonek Surabaya dengan melaporkan siaran Indonesian Lawyers Club (ILC) di TV One pada Selasa 6 Maret 2012 lalu. Suporter kesebelasan Persebaya Surabaya yang lebih dikenal dengan Bonek (Bondo Nekat) ini melaporkan tayangan ILC ke KPI karena dinilai memojokkan dan mendiskreditkan pendukung Persebaya. 

KPI Pusat sendiri akan segera menindaklanjuti laporan dari Bonek tersebut dengan melakukan kajian oleh tim legal KPI Pusat. Demikian disampaikan Wakil Ketua KPI Pusat, Ezki Suyanto, yang bersama anggota KPI lainnya telah melihat acara ILC dimaksud, berulang-ulang. Namun demikian Ezki belum bisa menentukan pelanggaran seperti apa yang telah terjadi dalam siaran ILC tersebut. “Kesimpulan pelanggaran tersebut  baru bisa disampaikan setelah tim legal menyelesaikan kajiannya," ujar Ezki.

Meski demikian Ezki menghargai usaha Bonek melaporkan siaran ILC tersebut. “Ini menjadi bukti bahwa Bonek pun bisa mengikuti aturan, dan tidak berlaku anarkis," ujarnya.  Menurut data yang diterima KPI, laporan atas tayangan ILC ini mencapai 3200 aduan melalui SMS. Jumlah sebesar ini yang masuk selama tiga hari (7-9 Maret), menurut Ezki, baru terjadi pertama kali.  “Belum lagi aduan yang masuk melalui email dan jejaring sosial KPI, yang diperkirakan cukup banyak," ujar Ezki. Untuk itu Ezki berusaha agar tanggapan KPI atas aduan Bonek dapat diumumkan secepat mungkin. 

Sementara itu menurut Ram Surahmat, Media Officer Persebaya, tayangan ILC pada 6 Maret lalu sangat menyinggung Persebaya dan Bonek. “Kami sadar bahwa kami bukan tim dan suporter terbaik, tapi Bonek tetap berusaha memperbaiki diri," ujar Ram. Pihaknya mengaku tidak menutup mata atas keburukan yang dilakukan Bonek di masa lalu. Tapi Bonek sekarang berbeda, ujarnya. Dirinya pun mempersilakan Karni Ilyas untuk datang ke Surabaya dan melihat sendiri Persebaya bermain dengan dukungan 55 ribu Bonek. 

Ram khawatir stigma buruk yang terus menerus diproduksi oleh media akan menjadikan Bonek  sebagai pesakitan seumur hidup. Sementara dia melihat, tidak ada proses edukasi dalam tayangan ILC yang menggangkat masalah sepak bola Indonesia tersebut. Pihaknya menyinyalir ada aroma konspirasi dalam menghakimi Bonek di tayangan Selasa malam itu. “Sekalipun Karni Ilyas sudah meminta maaf, Persebaya dan Bonek akan mengadukan secara formal  tayangan ILC ke KPI," tegasnya. Dirinya berharap ada sanksi yang tegas dari KPI untuk ILC dan Karni Ilyas.Red/Ira