Ketua KPI Pusat: Media Harus Menjadi News Justicement
Jakarta - Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Dadang Rahmat Hidayat, mengingatkan agar media senantiasa memberikan informasi yang benar dan tidak hanya mengejar nilai berita dengan mengabaikan aspek kemaslahatan. Hal itu terkait dengan munculnya kekhawatiran publik terhadap media yang justru menjadi 'pematik' konflik menjadi lebih besar melalui pemberitaan media.
Dalam perbincangan bersama RRI, Dadang mengakui bahwa kekerasan dan konflik memiliki nilai berita yang 'seksi', yang menarik untuk dikonsumsi publik. Namun media harus menjadi news justicement yang memberikan manfaat untuk masyarakat.
"Konflik atau kekerasan salah satu nilai berita yang seksi, menarik untuk disampaikan kepada publik. Tetapi media seharusnya tidak hanya bertumpu kepada berita yang menarik saja, news values saja, tetapi juga harus mempunyai atau mempertimbangkan bagaimana berita yang ingin disampaikan, bagaimana peristiwa itu disampaikan. Artinya media harus menjadi news justicement, bagaimana berita itu berdampak baik. Misalnya konflik yang terjadi itu tidak meluas dan selesai,” kata Dadang, Rabu, 14 September 2011.
Sementara itu terkait media yang terus mengulang momen konflik, Ketua KPI tersebut mengatakan, tidak ada batasan untuk pengulangan peristiwa oleh media. Yang perlu ditekankan adalah motif dari pengulangan tersebut. Apabila pengulangan tersebut untuk mematik konflik, maka itu tidak dibenarkan.
Dirinya berharap kepada seluruh media di Indonesia khususnya media penyiaran agar memberikan informasi yang tepat, informasi yang memuat aspek perdamaian, yang tidak memprovokasi atau dampak yang tidak baik bagi masyarakat. Media juga mampu menjadi perekat sosial sehingga masyarakat dapat mendapatkan informasi yang benar. (Red/RG dari RRI)