Industri Penyiaran Inggris Terpecah Soal Standarisasi 3DTV
Menurut hasil penelitian terkini dari Digital Television Group (DTG) Inggris, industri penyiaran terpecah mengenai perlu atau tidaknya standarisasi untuk 3DTV. Asosiasi industri penyiaran Inggris yang terdiri dari lembaga penyiaran dan perusahaan manufaktur, minggu ini mempublikasikan hasil dari konsultasi mengenai 3DTV dan hasil ini diharapkan dapat menyatukan industri penyiaran yang terbagi akibat bagaimana seharusnya 3DTV diterapkan.
Menurut hasil penelitian terkini dari Digital Television Group (DTG) Inggris, industri penyiaran terpecah mengenai perlu atau tidaknya standarisasi untuk 3DTV. Asosiasi industri penyiaran Inggris yang terdiri dari lembaga penyiaran dan perusahaan manufaktur, minggu ini mempublikasikan hasil dari konsultasi mengenai 3DTV dan hasil ini diharapkan dapat menyatukan industri penyiaran yang terbagi akibat bagaimana seharusnya 3DTV diterapkan.
Salah satu kubu, yang di dalamnya termasuk ITV dan banyak perusahaan manufaktur TV set, mendukung pendekatan berdasarkan pembuatan standar dengan menggunakan full resolution per eye, backward-compatible technology yang dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, tetapi tetap dibutuhkan layar dan alat penerima 3D.
Di pihak lain, Sky sepertinya tetap pada jalur pendekatan berdasarkan High-Definition (HD) dengan menggunakan infrastruktur yang telah ada sekarang dan set-top boxes, menurutnya dengan alat yang telah ada akan memberikan tayangan 3D kepada pasar dengan lebih cepat.
Sementara itu, DTG mengungkapkan kedua pendekatan tersebut dapat berjalan, menyatukan kedua pendekatan tersebut akan menghasilkan yang terbaik. DTG berencana untuk mengadakan seminar membahas masalah ini pada bulan September, dan termasuk dalam agendanya juga akan mengumumkan rencana 5 tahunan.
"Siapa saja yang lebih dulu, dapat membuat standar bukan hanya di Inggris tetapi juga Eropa."ujar Director General DTG Richard Lindsay-Davies. "Salah satu yang menjadi perhatian dari ITV adalah jika tidak ada kerjasama yang solid dari industri penyiaran untuk tayangan 3D, hal tersebut kemungkinan akan membuat situasi yang tidak ideal bagi penyiaran teresterial. Dan, semakin banyaknya kapasitas akses satelit, maka operator satelit akan mengalami kesulitan. Adalah tugas kami untuk mencoba menciptakan keseimbangan baik itu dari segi komersial dan teknis." ujarnya lebih lanjut.
Kepala divisi desain produk baru dan inovasi dari BSkyB Brian Lenz mengatakan: "Bagian dari alasan mengapa kami dapat memutuskan untuk memperkenalkan layanan seperti ini adalah berkat dari investasi yang telah kami lakukan untuk mendukung kepercayaan kami terhadap teknologi HD, suatu infrastruktur yang menyediakan kerangka kerja untuk inovasi masa depan. Memanfaatkan kemampuan yang ada jelas akan berpotensi memperkenalkan awal dari layanan 3D, hal ini baik bagi konsumen maupun industri sejenisnya.
Red/AN dari http://www.broadcastnow.co.uk/technology/industry-split-over-3dtv-standardisation/5002136.article