Gubenur Bali Khawatirkan Dampak Penyiaran
Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengaku khawatir terhadap dampak negatif yang ditimbulkan oleh lembaga penyiaran di tengah perkembangan teknologi dibidang informasi. Menurut Pastika siaran yang disebarluaskan dapat memberi pengaruh sangat besar terhadap pembentukan sikap dan perilaku masyarakat.
Ketakutan Pastika diantaranya upaya lembaga penyiaran mengejar profit dan mengesampingkan mutu siaran dapat memberi pelajaran buruk bagi masyarakat khususnya generasi muda. Terlebih arus informasi yang berasal dunia internasional kini lebih mudah diakses dibanding masa silam.
Pastika berharap lembaga penyiaran sebagai media komunikasi massa harus mampu menjalankan fungsinya sebagai media informasi, pendidikan, dan hiburan yang sehat serta sebagai kontrol dan perekat sosial yang efektif. “Penyelenggara penyiaran wajib ikut bertanggung jawab dalam menjaga nilai moral, tata susila, budaya, kepribadian dan kesatuan bangsa,” ujar Pastika usai melantik anggota KPID Bali periode 2011-2013 di Wiswa Sabha Utama, Rabu (19/1/2011).
Pastika meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) khususnya KPID Bali untuk meningkatkan pengawasan terhadap lembaga penyiaran guna membentengi masyarakat dari pengaruh negatif lembaga penyiaran. “Lembaga penyiaran harus dapat menjadi agent of change secara optimal dalam pembangunan,” tegas Pastika.
Selain KPID, tambah Pastika, peran orangtua di rumah juga penting untuk mendampingi putra-putri mereka saat menonton televisi. Red/RG dari Kompas