FTC AS Minta Transparansi dalam Iklan

Sample ImageFederal Trade Commission (FTC) AS minta para pengiklan untuk transparan kepada pelangan. Seperti diketahui, pelanggan terbiasa melihat foto "sebelum dan sesudah" seperti dalam iklan produk penurun berat badan yang biasanya diikuti dengan peringatan "hasil dapat saja berbeda". Mulai 1 Desember 2009, hal ini akan berubah.


Federal Trade Commission (FTC) AS minta para pengiklan untuk transparan kepada pelangan. Seperti diketahui, pelanggan terbiasa melihat foto "sebelum dan sesudah" seperti dalam iklan produk penurun berat badan yang biasanya diikuti dengan peringatan "hasil dapat saja berbeda". Mulai 1 Desember 2009, hal ini akan berubah.

Panduan mengenai iklan yang diubah oleh komisi ini akan memperketat persyaratan mengenai iklan mulai dari "pernyataan dukungan", peringatan dampak negatif (disclaimer) hingga hubungan keuangan antara aktor dalam iklan dengan produsen. Persyaratan baru ini jelas akan menjadi hambatan baru untuk iklan on air dan strategi pemasaran. Serta pertama kalinya, persyaratan ini juga berlaku untuk blogger.

Sebelumnya, para pengiklan dan agen pemasaran diperbolehkan menggunakan foto "sebelum dan sesudah" asalkan menyertakan peringatan disclaimer seperti "hasil dapat saja berbada" atau lainnya. Namun sekarang, pengiklan harus menyertakan data tingkat keberhasilan rata-rata dari penggunaan produk mereka. Sebagai tambahan, para blogger yang mencoba produk dan memberi dukungan pada produk tersebut harus membuka hubungan keuangan mereka dengan produsen. Begitu juga dengan selebriti yang memberikan dukungan terhadap suatu produk di TV atau acara talkshow harus membuka hubungan mereka dengan agen pemasaran atau produsen.

Dalam pengumuman tertulisnya, FTC menyatakan bahwa "Pengungkapan (hubungan keuangan) ini penting mengingat konsumen mungkin tidak menyadari bahwa para selebriti ini adalah pendukung yang dibayar dan bukan konsumen yang puas (terhadap suatu produk)," FTC juga memperjelas bahwa para selebriti pendukung, juga akan bertanggung jawab atas klaim palsu dan menipu, tidak hanya para pemasar yang mempekerjakan mereka.

Peraturan ini juga berlaku untuk para blogger dengan pertimbangan bahwa pergeseran tren pasar yang dilirik para pengiklan sudah meluas dari sekedar pasar tradisional serta telah marambah ke wilayah online. " Apa yang dilakukan komisi ini sangat menakutkan bagi perusahaan yang mengandalkan pemasaran "dari mulut ke mulut" untuk produk mereka," kata Pengacara Perlindungan Konsumen, David A. Zetoony.

Faktor kunci yang menentukan sebuah postingan blog merupakan iklan atau tidak bagi sebuah produk adalah apakah mereka (para blogger) dibayar atau diberi produk secara gratis oleh perusahaan. Faktor lain yang menentukan adalah termasuk nilai produk yang disuplai serta dalam kondisi apa produk tersebut ditinjau (oleh seorang blogger).

Menurut FCC, "jika seorang blogger secara sering dan terus menerus menerima produk karena dia diketahui memiliki pembaca yang luas yang menjadi sasaran pasar produk tersebut, maka "pernyataan" blogger tersebut dapat dikategorikan sebagai iklan dukungan (endorsement) karena postingan mereka termasuk dalam program jaringan pemasaran." Begitu juga dengan konsumen yang bergabung dengan program pemasaran "dari mulut ke mulut" yang secara periodik disuplai dengan produk untuk dinilai serta hasilnya diumumkan secara terbuka dapat dikategorikan sebagai iklan. Hal ini berbeda dengan konsumen yang diberi produk untuk dinilai serta hasil penilaiannnya diberikan kepada produsen sebagai umpan balik untuk produk tersebut."

Seperti diduga sebelumnya, komunitas blogger bereaksi terhadap masalah ini. Jutawan blogger, Mark Cuban menulis dalam blognya bahwa dia khawatir menuliskan kecintaannya terhadap produk sarapan IHOP, "Saya segera menghubungi kantor pengacara saya Bakem, Shakem and Takem serta meminta mereka menugaskan pengacara terbaik mereka untuk mempelajari masalah ini."

Pedoman (ini) bukanlah peraturan, namun pedoman dapat dijadikan landasan bagi FTC untuk meminta pengadilan untuk menuntut blogger atau perusahaan.

Wakil Presiden Senior American Association of Advertising Agencies (AAAA), Adonis Hoffman menyatakan bahwa dengan mematuhi persyaratan baru ini biaya iklan akan menjadi lebih mahal, serta biaya iklan akan dibebankan pada harga produk sehingga konsumen membayar lebih mahal dari seharusnya. Red/SH dari broadcastingandcable.com