FCC Luncurkan Aplikasi untuk Kumpulkan Data Jaringan Pitalebar
FCC akan melibatkan publik dalam mengawasi kecepatan dan ketersediaan jaringan pitalebar melalui aplikasi perangkat bergerak. Baik Federal Communication Commission (FCC) AS dan National Telecommunication & Information Administration memiliki kewajiban untuk memetakan di mana layanan pitalebar tersedia dan tidak tersedia sebagai bagian dari rencana nasional untuk menggelar layanan pitalebar secara nasional.
FCC akan melibatkan publik dalam mengawasi kecepatan dan ketersediaan jaringan pitalebar melalui aplikasi perangkat bergerak. Baik Federal Communication Commission (FCC) AS dan National Telecommunication & Information Administration memiliki kewajiban untuk memetakan di mana layanan pitalebar tersedia dan tidak tersedia sebagai bagian dari rencana nasional untuk menggelar layanan pitalebar secara nasional.
FCC, Rabu lalu menyatakan bahwa aplikasi baru, The Consumer Broadband Test, akan tersedia melalui toko online Apple dan Android. Aplikasi ini mampu mengukur kecepatan dan ketertundaan (latency) serta melaporkan hasilnya kepada pengguna dan FCC. The Consumer Broadband Test akan mengukur kualitas pitalebar seperti kecepatan dan ketertundaan serta melaporkannya ke pelanggan dan FCC.
"Transparansi akan memberdayakan konsumen, menaikkan inovasi dan investasi serta mendorong kompetisi," jelas Ketua FCC, Julius Genachowsky. "Perangkat digital baru FCC akan mempersenjatai pengguna dan FCC dengan informasi real-time mengenai koneksi pitalebar dan data kualitas layanan di seluruh negeri."
Selain itu, FCC juga membuat formulir online di www.broadband.gov sehingga masyarakat dapat memasukkan alamat jalan yang termasuk dalam "dead zone" di mana layanan pitalebar tidak dapat diakses.
Aplikasi ini secara otomatis mengirim informasi ke FCC, namun FCC menyatakan bahwa inisiatif ini dilakukan secara sukarela untuk membantu mengumpulkan data serta akan melindungi identitas pengguna. "FCC berkomitmen untuk melindungi privasi individu konsumen yang menggunakan perangkat ini serta tidak akan mengumumkan secara publik data informasi pribadi pengguna yang terkumpul", kata juru bicara FCC ketika meluncurkan aplikasi ini.
Direktur Free Press Research, Derek Turner menyambut baik gagasan ini namun mengingatkan FCC tidak menggunakan (data ini) sebagai data utama pengganti data asli yang diperoleh dari ISP (Internet Service Provider).
"Kami gembira karena FCC menambah jalan bagi konsumen untuk lebih tahu mengenai koneksi pitalebar mereka. Alat ini adalah alat yang digunakan secara sukarela dan merupakan data non-scientific, sehingga FCC harus berhati-hati menggunakannya sebagai dasar dari pembuatan peraturan. Kami berharao FCC dapat maju ke depan dengan National Broadband Plan yang mereka rencanakan serta bertindak untuk benar-benar mengumpulkan data mengenai ketersediaan dan kualitas layanan, seperti kecepatan dan kehandalan, dari penyedia layanan Internet, tambah Derek."Red/SH dari Broadcastingandcable.com
FCC, Rabu lalu menyatakan bahwa aplikasi baru, The Consumer Broadband Test, akan tersedia melalui toko online Apple dan Android. Aplikasi ini mampu mengukur kecepatan dan ketertundaan (latency) serta melaporkan hasilnya kepada pengguna dan FCC. The Consumer Broadband Test akan mengukur kualitas pitalebar seperti kecepatan dan ketertundaan serta melaporkannya ke pelanggan dan FCC.
"Transparansi akan memberdayakan konsumen, menaikkan inovasi dan investasi serta mendorong kompetisi," jelas Ketua FCC, Julius Genachowsky. "Perangkat digital baru FCC akan mempersenjatai pengguna dan FCC dengan informasi real-time mengenai koneksi pitalebar dan data kualitas layanan di seluruh negeri."
Selain itu, FCC juga membuat formulir online di www.broadband.gov sehingga masyarakat dapat memasukkan alamat jalan yang termasuk dalam "dead zone" di mana layanan pitalebar tidak dapat diakses.
Aplikasi ini secara otomatis mengirim informasi ke FCC, namun FCC menyatakan bahwa inisiatif ini dilakukan secara sukarela untuk membantu mengumpulkan data serta akan melindungi identitas pengguna. "FCC berkomitmen untuk melindungi privasi individu konsumen yang menggunakan perangkat ini serta tidak akan mengumumkan secara publik data informasi pribadi pengguna yang terkumpul", kata juru bicara FCC ketika meluncurkan aplikasi ini.
Direktur Free Press Research, Derek Turner menyambut baik gagasan ini namun mengingatkan FCC tidak menggunakan (data ini) sebagai data utama pengganti data asli yang diperoleh dari ISP (Internet Service Provider).
"Kami gembira karena FCC menambah jalan bagi konsumen untuk lebih tahu mengenai koneksi pitalebar mereka. Alat ini adalah alat yang digunakan secara sukarela dan merupakan data non-scientific, sehingga FCC harus berhati-hati menggunakannya sebagai dasar dari pembuatan peraturan. Kami berharao FCC dapat maju ke depan dengan National Broadband Plan yang mereka rencanakan serta bertindak untuk benar-benar mengumpulkan data mengenai ketersediaan dan kualitas layanan, seperti kecepatan dan kehandalan, dari penyedia layanan Internet, tambah Derek."Red/SH dari Broadcastingandcable.com